Polres Wonosobo Gelar Simulasi Kerusuhan Sispamkota untuk Antisipasi Pemilu
Info Ringan

Polres Wonosobo Gelar Simulasi Kerusuhan Sispamkota untuk Antisipasi Pemilu

Wonosobo, (wonosobo.sorot.co)--Jajaran Polres Wonosobo melakukan simulasi kerusuhan dalam rangka mempersiapkan sistem pengamanan kota (Sispamkota) di Alun-alun Wonosobo pada hari Senin (25/09/2023). Tindakan ini diambil sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kerawanan menjelang pemilihan umum di Kabupaten Wonosobo, yang dikenal sebagai salah satu wilayah dengan risiko tinggi di Jawa Tengah.

Dalam simulasi tersebut, sebanyak 300 personil gabungan dikerahkan. Polres telah melakukan persiapan intensif selama beberapa hari sebelumnya untuk menjalankan simulasi Sispamkota ini. Hasilnya latihan dan simulasi yang dilakukan para aktor diperagakan dengan serius.

Peragaan dimulai dengan aksi segerombolan orang yang menciptakan kekacauan sebagai reaksi atas hasil politik. Massa semakin membesar, dan bentrokan dengan pihak kepolisian pun tak terhindarkan. Namun, berkat kesiapan personil yang lebih banyak, anarkis yang terlibat dapat segera dihentikan.

Simulasi dimulai dengan massa yang membuat kerusuhan, termasuk melempar botol air, membakar ban, dan bahkan melakukan penjarahan di minimarket.

Personil yang dilengkapi dengan peralatan khusus seperti tameng, alat pukul, kendaraan water cannon, dan anjing K9 telah disiapkan untuk mengatasi para demonstran.

Kapolres Wonosobo, AKBP Eko Novan Prasetyo Puspito, menjelaskan dalam konferensi pers bahwa simulasi ini adalah langkah antisipasi dari pihak kepolisian dan tim gabungan untuk mengatasi potensi konflik pasca pemilu.

"Karena melihat dari data yang disampaikan oleh Bawaslu RI, tingkat kerawanan Kabupaten Wonosobo itu tinggi. Kita diperingkat 46 sebagai kota paling rawan terjadi kerusuhan. Dan peringkat 5 besar di Jateng," ujarnya seusai melihat simulasi penanganan Sispamkota yang digelar di jalan merdeka, kemarin.

Menurutnya, data ini menekankan pentingnya melakukan tindakan ekstra untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, latihan dan simulasi penanganan situasi terburuk harus dilakukan dengan sebaik mungkin. 

Saya juga mengutip dari Ketua KPU Jawa Tengah, jika pemilu ini kan sebenarnya konflik yang dilegalkan. Satu pihak ingin merebut, satu pihak ingin mempertahankan,

" ujarnya.

Sispamkota menjadi salah satu latihan wajib bagi seluruh aparat, sesuai dengan aturan kepolisian, agar mereka memahami dan tahu bagaimana menghadapi situasi lapangan yang mungkin memanas.

Meskipun latihan ini telah dilaksanakan, pihak berwenang tetap berharap agar pemilu dapat berjalan damai dan aman. Menurut mereka, pemilu seharusnya menjadi momentum penyatuan, bukan perpecahan dalam persatuan.

"Kita siap bersama pemda, kodim, Satpol PP dan masyarakat bisa bergandeng tangan untuk menyongsong pemilu yang aman, jujur dan adil," terangnya.

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, turut menyambut baik langkah antisipasi Sispamkota yang diambil oleh pihak kepolisian. Ia menganggapnya sebagai langkah positif untuk menjaga ketertiban Kabupaten Wonosobo saat menyambut tahun politik.

"Masyarakat memahami jika pemilu adalah pesta demokrasi. Maka sudah segarusnya pemilu dilalaui dengan riang gembira," ujarnya.