Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Dikenalkan
Sosial

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Dikenalkan

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Wonosobo melalui Tenaga Teknis Pendamping Lapangan menggelar sosialisasi program transformasi perpustakaan berbasis inklusif pada Rabu (12/01/2022). Acara yang digelar di Desa Pucungkerep, Kecamatan Kaliwiro tersebut diikuti perangkat desa, kader masyarakat desa, dan pegiat pendidikan Desa Pucungkerep.

Tenaga Teknis Pendamping Lapangan Kecamatan kaliwiro, Ronal Sadam mengungkapkan, peran perpustakaan kini bukan lagi sebagai tempat membaca buku, namun meningkat untuk memfasilitasi masyarakat menambah keterampilan yang disebut perpustakaan berbasis inklusi sosial. Sehingga masyarakat tak sekadar membaca, melainkan juga dapat memperoleh keterampilan di perpustakaan.

Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan sebagai upaya stimulus dan untuk memberikan pemahaman baru terhadap perpustakaan desa terkait program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, ungkapnya.

Melalui, sosialisasi ini pihaknya berharap akan muncul rintisan perpustakaan berbasis inklusi sosial di desa yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui skema pelibatan masyarakat, meningkatkan layanan komputer dan internet serta membangun jejaring kemitraan untuk perpustakaan desa secara intensif. 

Kini konsep perpustakaan transformatif berbasis inklusi sosial diharapkan dapat menggugah kesadaran masyarakat yang selama ini beranggapan bahwa perpustakaan hanya sekedar tempat membaca dan pinjam buku saja, namun sekarang perpustakaan merupakan tempat yang menjadi segala pusat kegiatan belajar masyarakat, jelasnya.

Lebih lanjut, melalui pendampingan yang intensif dan terprogram terkait tahapan-tahapan pembentukan perpustakaan transformatif ini diharapkan bisa memunculkan rintisan perpustakaan-perpustakaan berbasis inklusif di desa.

Sosialisasi ini masih tahap awal, untuk mencapai cita-cita menuju terbentuknya perpustakaan transformatif berbasis inklusi sosial masih butuh proses panjang, kerja keras dan kerjasama dari berbagai pihak. Tetapi setidaknya melalui sosialisasi ini para kader perpustakaan di desa bisa memahami betul konsep perpustakaan berbasis inklusif sosial, tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pucungkerep Kecamatan Kaliwiro, Sapto Susilo menyambut antusias terkait program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial ini. Menurutnya, perpustakaan model seperti inilah yang diharapkan masyarakat, karena selama ini masyarakat mudah bosan dengan perpustakaan yang hanya berisi buku.

Setelah saya mendegar langsung konsep perpustakaan transformatiif berbasis inklusi sosial yang melibatkan semua pihak dan dapat diisi dengan berbagai aktifitas pembelajaran masyarakat ini, saya optimis serta mendukung penuh untuk dapat dilaksanakan di Desa Pucungkerep ini, pungkasnya.