<p>Jabatan Kades Kosong, Tujuh Desa Lakukan Pemilihan Antar Waktu</p>
Pemerintahan

Jabatan Kades Kosong, Tujuh Desa Lakukan Pemilihan Antar Waktu

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Lantaran jabatan kepala desa definitif kosong, sejumlah tujuh desa di Kabupaten Wonosobo tengah menggelar Pergantian Antar Waktu (PAW) secara serentak. Pemilihan kepala desa tersebut dilakukan secara tidak langsung.

Kepala Seksi Aparatur Pemerintahan Desa dan Administrasi Desa Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Wonosobo, Hartowo mengungkapkan, saat ini memang tengah dilakukan proses PAW bagi tujuh desa di Kabupaten Wonosobo. Dari jumlah tersebut, empat desa ada di Kecamatan Kretek, dua desa di Kecamatan Selomerto dan satu desa di Kecamatan Mojotengah.

"Masing-masing dari desa memang tengah melakukan tahapan. Mulai dari pendaftaran, verifikasi dan tahap musyawarah," katanya saat dikonfirmasi, Minggu (28/11/2021).

Dirinya menyebut jika PAW ini dilakukan lantaran ketujuh desa tersebut tengah mengalami kekosongan kepemimpinan. Maka untuk mengisi kekosongan tersebut, Pemkab perlu melakukan langkah untuk memutuskan siapa penerus kepala desa yang sah berikutnya sesuai mekanisme yang telah ditentukan. 

Hal ini menurutnya sesuai aturan UU dan Permendagri yang berlaku, yakni dengan melakukan PAW bagi tujuh desa yang saat ini kosong lantaran kepala desanya berhenti, meninggal, atau mengundurkan diri sebelum masa baktinya selesai 5 tahun. PAW sendiri dimaksudkan hanya untuk meneruskan kepemimpinan sebelumnya sampai batas waktu yang telah ditentukan dalam pemilihan sebelumnya.

"Jadi tidak ada pemilihan ulang. Karena nanti akan merubah status tahun pemilihannya," ujarnya.

Lebih lanjut, Hartowo sendiri menyebut jika tujuh desa yang melakukan PAW itu karena enam desa ditinggal kepala desa karena meninggal, dan satu desa karena ada masalah. Tujuh desa tersebut meliputi Desa Pagerejo, Tlogomulyo, Reco, Bojasari, Balaikambang, Bumitirto dan Wonokromo.

"Pemilihan serentak namun dalam pelaksanaannya berbeda-beda harinya. Nanti bulan Desember rencananya sudah selesai semua dan akan dilantik secara serentak oleh bupati," lanjutnya.

Namun meski hanya PAW, jumlah pendaftarnya cukup besar. Sebab di satu desa terjadi lebih dari tiga pendaftar yang berminat untuk menjadi kepala desa. Apalagi prosesnya tidak melalui pemilihan secara langsung. Cukup dengan menghadirkan perwakilan tokoh dan warga yang ada di desa masing-masing.

"Ini pengalaman pertama kita dalam melakukan proses PAW. Jadi memang dinamikan dilapangan cukup menarik untuk diikuti, karena yang memilih kepala desa hanya perwakilan," terangnya.