Edarkan Pil Sapi, Dua Pemuda Diciduk Polres Wonosobo
Hukum & Kriminal

Edarkan Pil Sapi, Dua Pemuda Diciduk Polres Wonosobo

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Jajaran Satresnarkoba Polres Wonosobo berhasil mengamankan dua pelaku penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang pada Jumat (01/10/2021) lalu. Kedua pelaku kedapatan menjual atau mengedarkan obat terlarang Trihexyphenidyl atau yang dikenal dengan pil sapi di wilayah Wonosobo.

Kedua pelaku tersebut yaitu berinisial TS (40) warga Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan dan HM (21) warga Benawi, Desa Sukoreno, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo.

Penangkapan pelaku bermula dari informasi warga, jika kos-kosan pelaku TS di daerah Asri Mulyo, Jaraksari, Wonosobo sering digunakan untuk jual beli obat terlarang, kata Kasat Narkoba Polres Wonosobo, AKP Tri Hadi Utoyo saat konferensi pers, Rabu (24/11/2021).

Berbekal informasi tersebut, anggota Satresnarkoba kemudian mendatangi tempat kos pelaku dan berhasil mengamankan pelaku. Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan 1 bungkus rokok Esse berisi 100 butir obat bulat warna putih dengan logo Y, 1 bungkus rokok Sampoerna Mild berisi 70 butir obat bulat warna putih dengan logo Y, uang sebanyak Rp 145.000 dan 1 buah HP Redmi warna biru. 

Obat bulat warna putih logo Y tersebut, kemudian dilakukan pengecekan di Laboratorium Forensik Semarang dan hasilnya obat logo Y tersebut ada kandungan Trihexiphenidyl atau obat daftar G atau keras, jelasnya.

Lebih lanjut, dari keterangan pelaku, ia memperoleh obat bulat warna putih dengan logo Y tersebut dari daerah Weleri dan menjualnya kembali di wilayah Wonosobo. Selain dijual, obat tersebut juga ia konsumsi sendiri.

Dari pengembangan pelaku TS, polisi kembali mengamankan satu pelaku yang berinisial HM ditempat yang sama. HM diketahui membeli pil sapi dari tersangka TS untuk dijual kembali di wilayah Kaliwiro. Dari tangan HM juga diamankan sebanyak 24 butir pil sapi dan satu sepeda Honda Vario.

Kedua pelaku diduga telah melanggar pasal primer pasal 197 subsider 196 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman pidana 15 tahun penjara denda Rp 1,5 miliar, tandasnya.