<p>Dilatih 3 Hari, UMKM Purna Migran Didorong Masuk Ke Platform Digital Market</p>
Ekonomi

Dilatih 3 Hari, UMKM Purna Migran Didorong Masuk Ke Platform Digital Market

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Tiga kelompok usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) purna migran dari Desa Lipursari Leksono, Ngadikusuman Kertek dan Rogojati Sukoharjo mulai menerima pelatihan peningkatan kapasitas marketing digital, Selasa (21/9/2021).

Pelatihan di Resto Ongklok tersebut, seperti dijelaskan Mulyadi selaku Ketua Board Migran Care, merupakan bagian dari tematik product training UMKM Pekerja Migran Desa Buruh Migran (Desbumi) Wonosobo.

"Pagi ini hari pertama dari rencana 3 hari pelatihan, menjadi wujud dari komitmen yang dijalin Tokopedia dengan Migrant Care untuk membantu percepatan pemulihan ekonomi pekerja migran terdampak Covid-19," tutur Mulyadi saat ditemui di sela acara.

Melalui pelatihan yang meliputi teknik packaging, pemotretan produk, penyusunan katalog, serta pembuatan akun di media sosial, menurut Mulyadi ditujukan agar kelompok UMKM Muiwo Lipursari, UMKM Adikusuma Ngadikusuman, dan UMKM bumi sejati Rogojati, lebih cepat masuk ke platform digital marketing. 

"Saat ini ekosistem digital tumbuh dengan pesat, dan transaksi online juga mengalami peningkatan 52 persen di Tahun 2020-2021 senilai 88 trilyun rupiah sehingga amat sayang apabila UMKM Wonosobo tidak turut menikmati hal tersebut," lanjut Mulyadi.

Oleh karena itulah, pria yang akrab disapa Cak Mul itu berharap, upaya pemasaran melalui ekosistem digital seperti yang disampaikan dalam pelatihan, mampu mendorong ketiga UMKM purna migran untuk secara masif mengikuti tren ke depan pasar digital.

"Kita akan menyusul usaha mikro, kecil menengah (UMKM) yang diperkirakan sudah mencapai 10 juta yang terhubung dengan platform digital karena Pemerintah juga menargetkan ada 30 juta UMKM masuk pasar digital pada tahun 2024," lanjutnya.

Salah satu peserta pelatihan yang juga pelaku UMKM dari Muiwo Lipursari, Nessa Kartika mengakui adanya komitmen dari Tokopedia untuk mendampingi purna Migran Wonosobo sangat membantu menguatkan semangat untuk bangkit.

"Materi-materi yang diberikan selama pelatihan, seperti adalah teknik-teknik menguasai pasar online, packaging sampai bagaimana membuat akun media sosial yang mampu menarik pelanggan kami akui benar-benar menjadi wawasan baru," tutur Nessa.

Narasumber yang juga merupakan praktisi, yaitu Khaerul Umam dari Wonosobo Creative City Network menurut Nessa juga sangat komunikatif dan mampu menyampaikan materi yang mudah diterima. Harapannya, dengan telah diterimanya materi-materi pelatihan, rekan-rekannya sesama purna migran akan dapat menerapkannya untuk mempercepat pemulihan ekonomi pascapandemi.