Masuk Level 3 Krisis Covid-19, Kabupaten Wonosobo Resmi Berlakukan PPKM Darurat
Pemerintahan

Masuk Level 3 Krisis Covid-19, Kabupaten Wonosobo Resmi Berlakukan PPKM Darurat

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Pemerintah Kabupaten Wonosobo resmi menerbitkan aturan tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat pencegahan dan Penanganan Covid-19, mulai Sabtu 3 Juli hingga Selasa 30 Juli 2021 mendatang. Keputusan terkait hal tersebut, dituangkan dalam Instruksi Bupati Wonosobo Nomor 1027 Tahun 2021, yang diterbitkan pada Jumat 2 Juli 2021.

Sekretariat Daerah (Sekda) Wonosobo, One Andang Wardoyo mengungkapkan, bahwa langkah untuk mencegah meluasnya penyebaran virus corona, dengan menerbitkan Instruksi Bupati tentang PPKM Darurat, didasarkan pada Instruksi Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2021 Tentang PPKM Darurat Covid-19 di wilayah Jawa-Bali.

Ia berharap, dengan telah terbitnya Instruksi Bupati, seluruh warga masyarakat Wonosobo akan lebih menyadari untuk tetap taat terhadap Protokol Kesehatan saat beraktifitas di luar rumah, sehingga kasus Covid-19 akan dapat terus ditekan hingga seminimal mungkin.

"Kondisi kewilayahan di Jawa Tengah pada umumnya, dan Kabupaten Wonosobo khususnya juga menjadi pertimbangan kuat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat darurat ini, karena secara fakta, pertambahan kasus Covid-19 dari hari ke hari terus terjadi dalam jumlah yang berpotensi sampai pada batas kemampuan kita untuk menangani secara layak," katanya dalam keterangan pers, Sabtu (03/07/2021).

Berdasar status krisis sesuai dengan panduan WHO dan Instruksi Mendagri, Kabupaten Wonosobo disebut Andang masuk pada level 3, yaitu pada kategori pertambahan kasus 50-150 per 100.000 penduduk. Jumlah warga yang harus dirawat di rumah sakit yang berada pada rentang 5-10 kasus per 100.000 penduduk, serta jumlah kematian 1-2 kasus per 100.000 penduduk, juga disebut Andang mendasari penetapan level tersebut. 

Seiring semakin bertambahnya kasus konfirm positif, Andang juga menyebut jumlah warga yang meninggal dunia pun kian banyak, dan secara kumulatif, total kematian akibat virus corona di Kabupaten Wonosobo kini telah mencapai 354 kasus. Dengan telah terbitnya Instruksi Bupati tentang PPKM Darurat, Andang berharap seluruh warga masyarakat akan lebih berhati-hati serta menaati protokol Kesehatan pencegahan Covid-19.

Terkait Instruksi Bupati pada PPKM Darurat, Andang menjelaskan bahwa sejumlah aktivitas perekonomian warga masyarakat akan mengalami pembatasan, seperti jam operasional toko, swalayan, pasar tradisional, pedagang kaki lima hingga pelaku usaha pariwisata dan penjualan bahan kebutuhan pokok yang diperbolehkan buka hingga pukul 20.00 WIB dan dengan kapasitas pengunjung maksimal hanya 50 persen.

"Kemudian untuk warung makan, restoran, cafe, lapak jajanan, baik pada lokasi sendiri maupun yang berada di pusat-pusat kuliner dan pusat perbelanjaan tidak diperbolehkan melayani makan ditempat alias Dine In, namun untuk layanan dibawa pulang, baik delivery maupun take away masih diperbolehkan," pungkasnya.