Berada di Wilayah Zona Merah Covid-19, Satu Sekolah Gagal Gelar Tatap Muka
Pendidikan

Berada di Wilayah Zona Merah Covid-19, Satu Sekolah Gagal Gelar Tatap Muka

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Dinas Pendidikan dan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Wonosobo telah melaksanakan simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di 35 SD dan SMP. Dari 35 sekolah yang melakukan uji coba ini, satu sekolah digagalkan ijinnya lantaran berada di zona merah Covid 19.

Kepala Disdikpora Kabupaten Wonosobo, M. Kristijadi mengungkapkan, dari 35 sekolah yang melakukan simulasi PTM, hanya satu sekolah yang ditangguhkan. Yakni di SD Negeri 1 Kalibeber, Kecamatan Mojotengah. Sebab lingkungan sekitar sekolah tersebut sempat dinyatakan sebagai zona merah kasus Covid-19.

Menimbang resiko yang harus ditanggung jika terus dilanjutkan maka PTM terpaksa ditunda terlebih dahulu, katanya saat dikonfirmasi, Rabu (23/06/2021).

Menurutnya, PTM di masa pandemi global Covid-19 ini, dilakukan di 17 SD dan 18 SMP yang tersebar di berbagai wilayah di Wonosobo. Ke-35 sekolah tersebut nanti akan jadi percontohan PTM tahap berikutnya. 

Jika PTM kali ini berhasil, maka PTM pada tahun ajaran baru 12 Juli 2021 nanti bisa diperluas lagi. Sekolah yang belum melakukan simulasi PTM kali ini, bisa belajar dari sekolah yang sudah melaksanakan PTM sebelumnya, ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Wonosobo, Saryono menjelaskan, dari total 758 siswa, hanya diambil 72 siswa untuk mengikuti PTM. Mereka sejak berangkat sekolah, masuk lingkungan sekolah, pembelajaran di kelas dan pulang sekolah wajib melaksanakan prokes Covid-19 secara ketat.

Berangat pulang sekolah dijemput orang tua, sebelum masuk lingkungan sekolah harus mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, diukur suhu tubuhnya dan selalu menjaga jarak ketika berada di kelas. Dalam 1 kelas hanya ada 12 siswa dengan satu guru, terangnya.

Siswa yang mengikuti PTM, sambungnya, juga tidak wajib mengenakan seragam sekolah. Boleh memakai baju dan celana bebas namun tetap memperhatikan aspek kesopanaan.

Selama PTM setiap hari anak wajib ganti baju yang berbeda. Jadi kalau seragam hanya dua yang dimiliki, maka alternatifnya boleh memakai baju ganti yang lain pada hari berikutnya, pungkasnya.