Pencarian Korban Hanyut Akan Digelar Sampai Tujuh Hari
Peristiwa

Pencarian Korban Hanyut Akan Digelar Sampai Tujuh Hari

Kalikajar,(wonosobo.sorot.co)--Tim SAR gabungan masih terus berupaya mencari penambang pasir yang hanyut di Sungai Galuh pada Rabu (17/02/2021) lalu. Pencarian korban bernama Komarun (55) warga Desa Maduretno ini direncanakan bakal dilakukan sampai 7 hari.

Tim gabungan masih berupaya menyisir Sungai Galuh pada hari kelima ini. Namun sampai hari ini korban masih belum ditemukan. Sehingga operasi akan dilanjutkan besok, kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo, Zulfa Akhsan Alim Kurniawan saat dikonfirmasi, Minggu (21/02/2021).

Menurutnya, operasi pencarian penambang pasir yang diduga hanyut ini akan dilakukan sampai hari ke 7. Apabila korban tetap tidak ditemukan sampai hari terakhir pencarian, maka dengan terpaksa operasi ini akan dihentikan. 

Operasi ini rencananya maksimal akan kita lakukan sampai 7 hari. Kami berharap korban bisa segera ditemukan, bebernya.

Menurutnya, pencarian hari kelima ini masih dilakukan oleh ratusan personil gabungan dari TNI, Polri, BPBD, gabungan relawan dan sejumlah warga. Ratusan personil dibagi menjadi beberapa tim untuk menyisir dari lokasi kejadian sampai aliran Sungai Serayu.

Lokasi pencarian masih sama. Setiap tim kita bagi lokasi pencariannya agar bisa lebih efektif, jelasnya.

Sementara itu, Camat Kalikajar, Bambang Tri mengungkapkan, berdasarkan laporan dari para personil di posko, cuaca dan derasnya aliran sungai menyulitkan para personil dalam melakukan pencarian. Sehingga para tim SAR gabungan harus berhati-hati.

Kita dapat bantuan dari BPBD dan relawan dari Banjarnegara, sehingga pencarian dibagi menjadi dua. Tim SAR dari Wonosobo mencari di wilayah Wonosobo. Sementara tim SAR dari Banjarnegara fokus di wilayah Banjarnegara, tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Seorang penambang pasir dilaporkan menghilang pada saat menambang pasir di Sungai Galuh, Desa Maduretno, Kecamatan Kalikajar pada Rabu (17/02/2021). Korban bernama Komarun (55) warga setempat tersebut diduga hanyut pada saat menambang pasir di Sungai Galuh.