Diyakini Punya Nilai Ekonomi Tinggi, Porang Mulai Populer di Wonosobo
Ekonomi

Diyakini Punya Nilai Ekonomi Tinggi, Porang Mulai Populer di Wonosobo

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Para petani di Kabupaten Wonosobo kini mulai banyak mengenal tanaman porang yang merupakan jenis tanaman pangan umbi-umbian. Bahkan porang diyakini memiliki potensi ekonomi yang besar.

Salah satu petani asal kecamatan Leksono, Miftahudin mengungkapkan, jika sejak pertengahan tahun 2020 hingga akhir 2020 lalu, budidaya porang memang mulai menjadi tren di Wonosobo. Hingga banyak petani membeli benih porang dari luar daerah.

"Sebenarnya banyak yang sudah tahu tentang porang ini, ada juga perkumpulannya di level nasional karena porang memang dikenal sebagai komoditas ekspor. Di lokal sini memang belum banyak dikenal atau dikonsumsi, tapi dari harga jual keringnya cukup lumayan mulai sekitar Rp 50.000 hingga Rp70.000 per kilogram," katanya, Sabtu (20/02/2021).

Meskipun sudah cukup lama dikenal di Indonesia, namun kebanyakan petani di Wonosobo baru membudidayakan porang atau banyak yang juga menyebut badul sejak akhir tahun 2020 lalu. Porang ini, katanya, bisa dipanen dua kali dalam setahun. Mayoritas petani penanam porang juga disebut Miftah ada di kawasan bawah Wonosobo seperti Leksono, Kaliwiro, hingga Wadaslintang. 

"Jika diolah porang ini bisa jadi makanan pokok selain dikenal sebagai bahan untuk kosmetik. Tapi memang di petani sini belum ada yang langsung menjual ke luar (ekspor), ada pengepulnya sendiri kalau sudah panen," imbuhnya.

Sementara itu, salah satu petani di kawasan Lipursari, Stevi mengatakan, bahwa menurut para pembibit porang, harga tepung porang diyakini bisa mencapai Rp 200.000 per kilogram. Di Wonosobo sendiri diperkirakan hingga saat ini sudah ada lebih dari belasan petani yang membudidayakan porang dengan luasan diperkirakan sampai 10 hektar lebih.

"Porang atau badul ini adalah Marphopilus Mulieri karena ada yang mirip yaitu Marphopilus Titania yang punya bunga atau disebut Bunga Titan dan kerap keliru dianggap bunga bangkai karena aromanya juga menyengat," tuturnya.

Sebelum populer tahun lalu, budidaya porang  juga diperkenalkan oleh perkumpulan Petani Porang Nusantara (PPN) dengan agenda workshop yang mengangkat tentang edukasi wirausaha budidaya tanaman Porang pada Juni 2020.