Wajib Cuci Tangan, KPU Wonosobo Gelar Simulasi Pemilihan Saat Pandemi
Peristiwa

Wajib Cuci Tangan, KPU Wonosobo Gelar Simulasi Pemilihan Saat Pandemi

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Untuk memastikan proses Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo tahun 2020 berjalan aman dan sehat saat Pandemi Virus Corona, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wonosobo menggelar simulasi pemungutan suara dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Ratusan peserta simulasi yang merupakan PPS ini mengantri dan menjaga jarak saat mengikuti simulasi pemungutan suara di Gedung Sasana Adipura Wonosobo. Mereka juga menggunakan masker dan wajib mencuci tangan saat masuk dan keluar setelah menyalurkan hak pilihnya dalam simulasi.

Ketua KPU Wonosobo, Asma Khozin mengatakan, simulasi pemungutan suara ini adalah wujud komitmen KPU Wonosobo untuk menegakkan protokol kesehatan pada saat gelaran pesta demokrasi ini. Sehingga Pemilu di saat Pandemi ini dipastikan aman.

"Protokol kesehatan diterapkan dengan ketat sehingga Pemilu ini berjalan aman. Pemilih datang ke TPS itu aman dan tidak usah ragu untuk menyalurkan hak pilihnya," katanya.

Menurutnya, saat pemilih datang ke TPS wajib memakai masker dan akan diarahkan untuk mencuci tangan serta di cek suhu terlebih dahulu. Selain itu, pemilih juga harus memakai sarung tangan sekali pakai yang disediakan di TPS. 

"Bagi pemilih yang suhunya diatas 37,3 juga sudah disediakan bilik khusus yang dijaga oleh petugas yang menggunakan APD lengkap," bebernya.

Setelah memilih, lanjutnya, warga akan ditetesi tinta pada jari tangan dan bukan dicelupkan. Hal itu untuk mencegah penularan Covid-19. Warga juga akan disuruh mencuci tangan kembali setelah memilih dan keluar dari TPS.

"Peserta pada simulasi ini adalah para PPS, agar PPS juga menggelar simulasi pemungutan suara di desa yang diikuti KPPS dan tokoh masyarakat agar mereka menyaksikan dan paham bahwa pemilihan saat pandemi benar-benar menerapkan protokol kesehatan secara ketat," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagiyo menghimbau bahwa semua stakeholder harus benar-benar menjalankan semua tahapan Pemilu tahun 2020 ini dengan menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin agar tidak muncul kluster Pemilu.

"Jangan sampai ada warga yang tertular Covid-19 saat Pemilu. Yang perlu diperhatikan adalah langkah pencegahan agar tidak ada kluster Pemilu. Terimakasih juga atas kegiatan simulasi ini, sehingga proses Pemilu disaat pandemi ini diharapakan bisa disosialisasikan sampai tingkat bawah di TPS," tandasnya.