Empat Penerbang Balon Udara Liar Segera Disidangkan
Hukum & Kriminal

Empat Penerbang Balon Udara Liar Segera Disidangkan

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Empat tersangka pembuat dan penerbang balon udara di Wonosobo, yakni AR (35), S (24), M (24) dan AK (30) yang kesemuanya merupakan warga Selomerto siap disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Wonosobo. Hal itu setelah berkas penyidikan empat tersangka tersebut dari Polres kini sudah masuk di Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Wonosobo.

Kasie Intelijen Kejaksaan Negeri Wonosobo, Gigih Juang Dhita mengatakan, bahwa pihaknya menerima penyerahan berkas ini dan akan memprosesnya ke pengadilan. Adapun kasus terjadi pada tahun 2019 lalu dengan tersangka berjumlah empat orang dan diancam dengan hukuman pidana penjara paling lama dua tahun dan denda senilai Rp500 juta. Selanjutnya pihaknya akan melakukan proses tahap dua dan persidangan di Kejaksaan Negeri Wonosobo.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Wonosobo, Mochamad Zazid mengungkaokan, bahwa tempat kejadian perkara terjadi di wilayah Kecamatan Selomerto.Keempat tersangka ini memiliki peran yang berbeda-beda, ada yang menerbangkan dan ada pembuat balon udara.

Kami dari kepolisian akan terus melakukan penegakan hukum terhadap kasus semacam ini. Sosialisasi telah kita lakukan dengan gencar dengan seluruh pemangku kepentingan termasuk dari Kementerian Perhubungan dan AirNav Indonesia, bebernya.

GM Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) Yogyakarta, Ratna Mustikaningsih menyampaikan, penerbangan balon udara liar sangat membahayakan keselamatan penerbangan. Balon udara liar yang tidak mematuhi regulasi yang ada sangat membahayakan. 

Balon yang menyangkut di moncong pesawat, lanjutnya, bisa membuat pesawat tidak bisa mendarat karena sensornya terganggu. Apabila menyangkut di sirip pesawat, kendali kemudi pesawat bisa terganggu, dan yang paling berbahaya adalah apabila terhisap mesin pesawat itu bisa membuat mesin mati.

Kita tentu tidak ingin mencelakakan saudara-saudara kita yang sedang menggunakan pesawat udara, ujarnya.

Kasubdit Penyidik Penerbangan Sipil (PPS), Rudi Ricardo mengungkapkan,
Kementerian Perhubungan telah menerbitkan regulasi dan aturan yang jelas dalam menerbangkan balon udara yang selaras dengan keselamatan penerbangan. Aturan teknis penerbangan balon udara terdapat pada PM 40 tahun 2018 tentang penggunaan balon udara pada kegiatan budaya masyarakat. Sedangkan untuk sanksi yang diberikan dapat dilihat pada Undang-Undang Nomor 1 tahun 2009 tentang penerbangan.

Jadi, untuk balon udara liar yang diterbangkan menyalahi aturan-aturan yang ada pada regulasi tersebut, akan diproses secara hukum. Proses hukum kepada pelaku balon udara tersebut merupakan pertama kalinya dalam sejarah penegakan hukum di bidang keselamatan penerbangan di Indonesia. Kami harap, kasus ini dapat memberikan efek jera kepada para pelaku dan menjadi contoh bagi pegiat balon udara lain untuk selalu mematuhi peraturan yang ada, tegasnya.