Hujan Semalam, Tiga Titik Longsor Terjadi di Wonosobo
Peristiwa

Hujan Semalam, Tiga Titik Longsor Terjadi di Wonosobo

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Hujan deras yang mengguyur wilayah Wonosobo sejak Sabtu (11/01/2020) sore menyebabkan longsor di tiga titik di wilayah Wonosobo. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun dampak longsor ada yang mengancam rumah dan menutup jalan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo, Zulfa Akhsan Alim Kurniawan mengatakan, longsor pertama terjadi di pangakalan ojek Kerkop Kelurahan Wonosobo Barat, Kecamatan Wonosobo yang berdiri di dekat  jembatan tiba-tiba longsor. Tidak ada korban jiwa dalam pertiwa itu, namun dampak longsor mengancam rumah dan jembatan yang ada di pusat kota itu.

"Sabtu lalu hujan cukup deras, sehingga berdampak pada pos ojek yang longsor karena berdiri di pinggir sungai, dekat jembatan," ungkapnya.

Menurutnya, kronologi longsor pangkalan ojek itu, diawali hujan deras pada hari Sabtu jam 16.30 WIB dan terjadi hampir sepanjang malam sampai Minggu dini hari. Akibatnya debit air aliran sungai di sebelah pos ojek naik. 

"Air menggerus pondasi bawah dari pos ojek dan menyebabkan pondasi pos ojek di pinggir aliran air longsor dengan panjang 7 meter dan tinggi 5 meter," jelasnya.

Pihaknya sudah menerjunkan tim untuk melakukan pemantauan terhadap kondisi air dan dampak paska longsor. Sebab, ada retakan yang mengarah ke rumah yang ada di sebelah pos ojek tersebut. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi potensi bencana susulan yang bisa terjadi.

Selain itu, pada hari yang sama juga terjadi longsor di sejumlah titik yang berakibat pada terganggunya arus lalu lintas di wilayah Wonosobo, diantaranya di Duren Sawit, Kecamtan Leksono. Hujan deras mengakibatkan air di saluran irigasi meluap. Luapan air menyebabkan pondasi jalan yang baru dibangun 4 bulan lalu longsor dengan panjang 20 meter dan tinggi 15 meter.

"Kemudian longsor susulan pada hari Minggu (12/01) kemarin kembali terjadi di lokasi yang sama dengan panjang 18 meter dan tinggi 15 meter," bebernya.

Sedangkan longsor di Desa Tracap, Kecamatan Kaliwiro, katanya di sebabkan karena derasnya air hujan pada hari Sabtu (11/01) petang. Sehingga tebing setinggi 15 meter dengan lebar 50 meter longsor dan menutup badan jalan provinsi sepanjang mencapai 30 meter.

"Untuk penyingkiran material longsor di jalan bisa diatasi dengan cepat. Namun, untuk longsor jalan dan pangkalan ojek perlu mendatangkan ahli dari pihak DPUPR," pungkasnya.