Derita Penyakit Epilepsi Sejak Kecil, Warga Kepil Ditemukan Tewas di Parit
Peristiwa

Derita Penyakit Epilepsi Sejak Kecil, Warga Kepil Ditemukan Tewas di Parit

Kepil,(wonosobo.sorot.co)--Warga Desa Randusari, Kecamatan Kepil digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di saluran air atau parit masuk Dusun Sirandu, desa setempat, Kamis (21/01/2019) kemarin. Korban meninggal diduga karena penyakit epilepsi (ayan) yang dideritanya yang sering kambuh ketika melewati sekitar parit.

Kapolsek Kepil, Iptu Mus Subadi mengungkapkan, peristiwa penemuan mayat tersebut terjadi sekira pukul 19.30 WIB. Korban diketahui bernama Sumaryono (40) Warga Dusun Kotakombo RT 03/01, Desa Sirandu, Kecamatan Kepil.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban mempunyai penyakit ayan atau epilepsi sejak kecil dan sering kambuh. Korban juga mengalami gangguan kejiwaan. Jadi korban diduga meninggal dunia karena penyakit epilepsinya yang kambuh saat berjalan disekitar saluran air,” jelasnya.

Lebih lanjut, penemuan mayat tersebut bermula pada saat saat saksi 1 yang bernama Astuti warga sekitar hendak belanja di warung. Pada saat saksi melintas di jalan sebelah Pasar Randusar, tiba-tiba ia melihat ada kaki manusia yang berada di saluran air. Karena takut, selanjutnya ia langsung memberitahukan hal tersebut kepada warga yang berada disekitar lokasi. 

Saksi Astuti kemudian memberitahukan hal tersebut kepada saksi 2 yang bernama Setiawan Adi Saputra. Mereka kemudian memeriksanya ke saluran air,” tuturnya.

Saat melakukan pengecekan, mereka dikagetkan dengan adanya sesosok mayat laki-laki dengan posisi tertelungkup di saluran air sedalam 50 cm dan genangan air sekira 15 cm. Kemudian mereka memberitahukannya kepada warga serta melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kepil.

Pihaknya bersama Koramil Kepil dan Petugas kesehatan dari Puskesmas Kepil langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi serta pemeriksaan terhadap tubuh korban,” jelasnya.

Hasil dari pemeriksaan tim medis, katanya, tidak ditemukan tanda-tanda penganiataan terhadap tubuh korban. Pihak keluarga juga telah menerima kematian korban sebagai sebuah musibah dan sudah menjadi kehendak Tuhan serta menolak untuk dilakukan otopsi.