Sidang Kedua Pengroyokan Tukul, Jaksa Hadirkan Satu Saksi
Hukum & Kriminal

Sidang Kedua Pengroyokan Tukul, Jaksa Hadirkan Satu Saksi

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Pengadilan Negeri Wonosobo (PN) kembali menggelar sidang kasus pengroyokan berujung meninggalnya pemuda asal Dusun Kepirang, Desa Dempel, Kecamatan Kalibawang bernama M. Fadlun alias Tukul (40), Kamis (21/11/2019). Sidang kedua tersebut beragendakan pembuktian.

Sidang tersebut dilaksanakan di Ruang Sidang Cakra Pengadilan Negeri Wonosobo dengan Dwi Suryanta sebagai hakim ketua. Pada agenda sidang kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonosobo, Arief Riyadi menghadirkan satu orang saksi.

Dalam sidang yang menghadirkan 7 orang terdakwa dengan didampingi kuasa hukumnya tersebut mendapatkan pengawalan ketat puluhan anggota Polres Wonosobo yang berjaga di sekitar PN Wonosobo.

Sidang hari ini agendanya pembuktian dengan pemeriksaan saksi. Tadi baru satu saksi yang datang dan selanjutnya untuk minggu depan kita usahakan saksi lainnya seperti keluarga korban dan yang lainnya. Total ada 11 saksi di luar saksi mahkota, jadi tinggal 10 orang saksi yang akan kami hadirkan dalam sidang minggu depan, kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonosobo, Arief Riyadi saat ditemui seusai sidang.

Dalam sidang hari ini, para terdakwa sudah mengakui perbuatannya. Hanya yang di sanggah oleh salah satu terdakwa adalah terkait adanya jeda pemukulan. Jadi pemukulan pakai kayu terhadap korban tidak langsung dua kali, tetapi satu kali kemudian pengroyokan oleh para terdakwa lainnya dan baru dipukul pakai kayu lagi. 

Sementara itu, Humas PN Wonosobo, Dwi Suryanta mengatakan, dalam sidang kali ini, saksi tersebut menyampaikan bahwa masih ada dua orang diluar ketujuh terdakwa yang ikut melakukan pengroyokan tetapi belum tertangkap.

"Masih ada dua orang DPO. Dalam lembar berkas juga ada keterangan dua orang masih DPO. Semua terdakwa juga membenarkan telah melakukan pengroyokan. Satu terdakwa atas nama Tekad juga membenarkan telah memukul korban menggunakan kayu," jelasnya.

Sebelumnya dalam sidang pertama yang digelar minggu kemarin, lanjutnya, agendanya pembacaan dakwaan. Dari terdakwa dan penasehat hukum tidak mengajukan eksepsi atau keberatan terhadap dakwaan dari jaksa.

"Dakwaannya alternatif, pasal 170 ayat (2) ke 3 KUHP tentang pengroyokan dan pasal 351 ayat (3) KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP tentang penganiayaan secara bersama-sama yang mengakibatkan kematian," tandasnya.