Jelang Pilkada 2020, KPU Wonosobo Gelar Evaluasi Kampanye
Politik

Jelang Pilkada 2020, KPU Wonosobo Gelar Evaluasi Kampanye

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wonosobo menggelar evaluasi kampanye pacsa Pemilu serentak Legislatif dan Pilpres tahun 2019. Dalam kegiatan yang digelar di Rumah Makan Sari Rasa Wonosobo tersebut, di pandu oleh salah satu Komisioner KPU Wonosobo Ris Wahyu Raharjo yang bertindak sebagai moderator.

Salah satu Komisioner KPU Wonosobo, Amirudin mengungkapkan, evaluasi ini merupakan salah satu tahapan Pemilu serentak. Kalau di dalam ilmu managemen itu ada planning, organizing, actuating dan evaluating, maka semua tahapan ini penting semua untuk dilakukan.

"Sisi penting evaluasi ini adalah dalam rangka mencari masukan-masukan dari semua pihak yang kemarin yang terkait dengan pelaksanaan Pemilu, khusunya dalam tahap kampanye," katanya saat ditemui seusai acara.

Lebih lanjut dikatakannya, dari masukan-masukan ini akan di dokumentasikan untuk dijadikan sebuah pijakan dalam melakukan proses proses selanjutnya. Lantaran proses dari planning sampai evaluating ini terus berputar. Oleh karena itu, tahapan Pemilu Serentak tahun 2019 ini mejadi penting karena dalam rangka mempersiapkan Pemilu yang akan datang. 

"Pemilu serentak kemarin yang terdiri dari 5 pemilihan sekaligus ini menjadi penting untuk pelaksanaan Pilkada tahun 2020," jelasnya.

Menurutnya, masih ditemukannya kekurangan dalam pelaksanaan Pemilu seperti money politik ini harus terus di evaluasi. Sehingga perbaikan kedepan harus dilakukan bersama-sama antara penyelenggara dan peserta Pemilu. Masyarakat, lanjutnya, harus terus diedukasi agar dalam memilih pemimpin tidak berdasarkan uang tetapi berdasarkan hati nurani.

"Tapi disis lain, Parpol harus di endors agar mereka bisa melakukan kampanye secara sehat. Sehingga Pemilu bisa berjalan dengan demokratis dan isu money politil bisa dikurangi," jelasnya.

Harapanya agar Pemilu ini berjalan dengan demokratis dan lebih baik. Kalau demokrasinya baik maka kesejahteraan masyarakatnya juga akan baik namun juga sebaliknya. Karena esensi dari Pemilu ini adalah untuk kemaslahatan masyarakat. Jadi semua proses yang dilakukan ini akhirnya adalah bagaimana rakyat ini bisa menjadi lebih sejahtera.

"Apabila masyarakat belum sejahtera berarti masih ada sesuatu yang kita perlu pebaiki dalam proses Pemilu. Ini memang sesuatu yang terus berjalan, jadi apa yang kita lakukan bukannya gagal tetapi ini proses masih terus berjalan. Kalau menilik di negara lain butuh beberapa kali Pemilu agar bisa berjalan baik, seperti Amerika saja membutuhkan waktu ratusan tahun," pungkasnya.