Tak Dianggarkan, Pembangunan Pasar Sapuran Terancam Mangkrak
Pemerintahan

Tak Dianggarkan, Pembangunan Pasar Sapuran Terancam Mangkrak

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Pemkab Wonosobo memiliki banyak pekerjaan rumah di antaranya yakni pembangunan Pasar Induk Wonosobo dan Pasar Sapuran. Namun, pada APBD murni maupun perubahan 2019 ini pemkab tidak menganggarkan pembangunan Pasar Sapuran, sehingga pasar tersebut terancam pasar mangkrak.

"Betul untuk pembangunan Pasar Sapuran tidak dapat anggaran. Pada pembahasan kebijakan umum anggaran dan prioritas plafon anggaran sementara atau KUA-PPAS perubahan kemarin, Pasar Sapuran sama sekali tidak disinggung," kata Anggota Komisi B DPRD Wonosobo, Murkamtoro, Jumat (09/08).

Lebih lanjut dijelaskan, tidak dianggarkannya pembangunan Pasar Sapuran pada tahun 2019 ini karena dinas terkait tidak memiliki perencanaan yang jelas terhadap kemampuan untuk mengelola pembangunan Pasar Sapuran secara sempurna. Hal ini yang menjadikan dewan mengabaikan Pasar Sapuran karena tidak ada perencanaan yang memadai. 

"Dinas tidak mempunyai perencanaan yang memadai untuk bisa menentukan kapan persoalan pembangunan Pasar Sapuran bisa selesai. Sama sekali tidak ada komunikasi," bebernya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah (Disdagkop UMKM) Wonosobo, Suprayitno mengatakan, pada tahun 2018 Pemkab sudah menyelesiakan sejumlah pasar tradisional dan menyisakan Pasar Sapuran yang belum terselesaikan. Untuk menyelesaikan Pasar Sapuran, membutuhkan tambahan anggaran Rp 10 miliar, namun Pemkab tidak dapat anggaran untuk penyelesaian pembangunan pasar tersebut.

"Pada tahun 2020 kita sudah usulkan ke DAK pusat Rp 10 miliar. Tapi kalau DAK pusat tidak ada gambaran, kita tetap gunakan APBD untuk menyelesaikan pembangunan. Karena Pasar Sapuran tetap harus diselesaikan agar tidak mangkrak. Ini saja sudah kelihatan mangkrak, apalagi tidak ada dana penyelesaian," bebernya.

Sebenarnya, pihaknya mengusulkan anggaran untuk pembangunan Pasar Sapuran itu satu tahap, namun keluarnya beberapa tahap. Pembagunan pasar tersebut paling tidak membutuhkan dana Rp 25 miliar. Namun hingga kini baru 15 miliar yang keluar dibagi tiga tahap.

"Pembangunan Pasar Sapuran dimulai tahun 2017 akhir dan sudah tiga tahap. Pertama itu 5 miliar, 4 miliar dan yang terakhir 6 miliar, total sudah 15 miliar. Jadi untuk menyelesaikannya membutuhkan 10 miliar lagi," jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta partisipasif aktif dari masyarakat Sapuran untuk berkomunikasi aktif dengan DPRD Wonosobo. Karena yang menentukan anggaran itu DPRD, pihaknya hanya mengusulkan.