Jadi Tersangka Korupsi, Mantan Bendahara UPK Watumalang Diancam 20 Tahun Bui
Hukum & Kriminal

Jadi Tersangka Korupsi, Mantan Bendahara UPK Watumalang Diancam 20 Tahun Bui

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Mantan Bendahara Unit Pengelola Keuangan (UPK) Watumalang, RS (36) terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda 1 miliar ru[iah. Ia diduga melakukan penggelapan uang di ratusan tabungan peminjam dana bergulir UPK Watumalang dengan total nilai hingga ratusan juta rupiah.

Kasat Reskrim Polres Wonosobo, AKP Heriyanto mengatakan, RS sendiri akan dijerat Pasal 2 Ayat (1) subsider Pasal 3 atau Pasal 8 jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah dirubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara dan denda 1 miliar.

"Berkas perkara telah dinyatakan lengkap oleh Jaksa Peneliti, dan akan dilakukan pelimpahan tanggung jawab tersangka dan barang bukti," bebernya.

Sementara itu, Kanit Idik Tipidkor, Iptu Nurhasan menjelaskan, modus korupsi yang dilakukan RS adalah dengan cara mengambil tabungan kelompok peminjam dana bergulir, tanpa seizin dan sepengetahuan Ketua UPK. Padahal tabungan tersebut adalah simpanan wajib yang digunakan untuk jaminan resiko dan akan digunakan untuk pelunasan angsuran terakhir 

"RS yang merupakan mantan bendahara UPK, diduga memalsukan tanda tangan ketua kelompok dalam slip pengambilan. Sudah kami lakukan pemeriksaan di labfor dan diketahui beberapa tanda tangan tidak identik dengan tanda tangan asli," jelasnya.

Dalam kurun waktu 2015 hingga 2017, pelaku berhasil mengambil uang di sekitar 100 tabungan kelompok peminjam dana bergulir. Rata-rata dalam setiap tabungannya ia mengambil Rp 3 juta rupiah. Pengalaman menjadi bendahara memudahkan ia melakukan aksi tanpa diketahui oleh ketua UPK dengan memalsukan slip pengambilan.

Ketika dimintai keterangan, RS mengaku bahwa uang hasil penggelapan tersebut untuk bermain trading dan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Diberitakan sebelumnya, RS (36) warga Kecamatan Watumalang, mantan Bendahara Unit Pengelola Keuangan (UPK) Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM) Kecamatan Watumalang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana kelompok UPK DAPM Kecamatan Watumalang periode 2016-2017. Selanjutnya, tersangka ditahan oleh Penyidik Unit Tipidkor Polres Wonosobo.