Berbahaya, Warga Diminta Tak Bungkus Daging Kurban Pakai Kresek Hitam
Info Ringan

Berbahaya, Warga Diminta Tak Bungkus Daging Kurban Pakai Kresek Hitam

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (Dispaperkan) mengimbau masyarakat agar menghindari penggunaan kantong plastik (kresek) hitam sebagai tempat pembungkus daging kurban pada Idul Adha 1440 Hijriah besok.

Ini penting diperhatikan karena bahan daur ulang pembuatan kantong plastik hitam tidak jelas dari limbah atau dari apa, sehingga kebersihan dan keamanannya tidak terjamin,” kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispaperkan Kabupaten Wonosobo, drh. Sidik Driyono saat ditemui di kantornya, Kamis (08/08/2019).

Ia mengatakan, diantara kandungan zat yang terdapat pada kantong plastik hitam tersebut ialah logam berat seperti timbal (Pb) yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Timbal ini, katanya, dapat dengan mudah berpindah ke makanan, terlebih jika makanan dalam keadaan panas. 

Plastik hitam punya karakter sendiri dan zat berbahaya itu bisa berpindah pada makanan yang bersentuhan langsung. Khususnya untuk makanan panas termasuk juga daging. Jika ditempatkan pada plastik hitam maka daging akan cepat menyerap zat-zat yang terkandung pada plastik, bebernya.

Lebih lanjut, jika makanan yang terkontaminasi timbal itu dikonsumsi dalam jangka panjang, maka dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia. Bahkan dapat menimbulkan kanker. Menurutnya, masyarakat lebih baik menggunakan kantong plastik yang transparan.

Jika terpaksa digunakan kantong plastik hitam, sebaiknya untuk bungkus luar saja. Jadi sebelum dibungkus dengan plastik hitam, makanan dan daging dimasukkan pada plastik transparan, bebernya.

Lebih baik lagi, kata dia, bila daging kurban dibungkus menggunakan bahan organik seperti bungkus makanan yang terbuat dari anyaman bambu atau yang biasa disebut besek. Kendati mahal, namun itu baik untuk kesehatan dan ramah lingkungan. Selain itu juga bisa meningkatkan perekonomian para perajin besek.

Saya juga mengimbau panitia kurban dapat memisahkan penempatan daging dan bagian lain dari hewan kurban. Sebaiknya antara daging dan jeroan ditempatkan dalam plastik terpisah. Ini dilakukan agar daging tidak cepat rusak karena jeroan mengandung banyak bakteri yang bisa merusak kualitas daging, pungkasnya.