Perlengkapan Sate Semakin Laris di Pasaran
Ekonomi

Perlengkapan Sate Semakin Laris di Pasaran

Garung,(wonosobo.sorot.co)--Menjelang momen Hari Raya Idul Adha tahun 2019 ini, menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang perlengkapan bakar sate. Lantaran pedagang peralatan sate ini banyak di buru para pembeli. Perlengkapan yang dibeli mulai dari tempat panggangan hingga tusuk sate bambu.

Salah satu pedagang perlengkapan sate di Pasar Garung, Sis mengungkapkan, pada momentum seperti sekarang ini, jumlah permintaan masyarakat cukup tinggi, terutama untuk peralatan bakaran sate, kayu arang dan tusuk sate. Setiap tahunnya, memang peralatan sate laris manis, mungkin karena Idhul Adha banyak orang yang akan membakar daging.

"Kalau hari biasa tusuk sate bambung paling laku sekitar 11 ikat. Mendekati Idul Adha bisa sampai 30 ikat. Kalau untuk tempat panggangan biasanya saya hanya nyetok satu tapi kalau mendekati Idul Adha ya menyediakan lebih banyak," katanya, Jumat (09/08/2019).

Meski permintaan tinggi, namun untuk harga peralatan bakaran sate masih relatif stabil tidak mengalami kenaikan. Satu ikat tusuk sate berukuran kecil dijual seharga 3.500 dan ikat besat dijual seharga 7000 rupiah, serta tempat panggangan paling murah dihargai 10 ribu, dan  30 ribu paling mahal dengan kualitas lebih bagus. 

"Harga tidak naik, hanya stok yang bertambah menjelang Idul Adha ini. Puncak ramai pembeli akan terjadi pada H-1 dan hari H. Kebanyakan mereka yang membeli peralatan bakaran sate ini berasal dari masyarakat umum, pedagang eceran dan Pondok Pesantren," bebernya.

Lebih lanjut, untuk memenuhi permintaan tersebut, sejumlah pedagang peralatan bakar sate di pasar tradisional mendapat droping kiriman tusuk sate, dan tempat panggangan sate lebih banyak dari hari biasanya.

"Peralatan bakar sate yang saya jual sehari hari-hari ini, dapat kiriman dari luar daerah. Untuk tusuk sate dipasok dari wilayah Purwokerto,  sedangkan anglo atau tempat panggangan diperoleh di wilayah Magelang," pungkasnya.