Ditetapkan KPU, PDIP Raih Kursi Terbanyak DPRD Wonosobo
Politik

Ditetapkan KPU, PDIP Raih Kursi Terbanyak DPRD Wonosobo

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wonosobo menggelar rapat pleno terbuka tentang perolehan kursi partai politik dan penetapan 45 nama anggota DPRD Wonosobo periode 2019-2024, Kamis (08/08/2019) sore. Rapat yang digelar di hotel Surya Asia, Kecamatan Wonosobo ini dihadiri PJ Sekda Wonosobo, Jajaran Forkopimda, Bawaslu Wonosobo, perwakilan partai politik, saksi partai politik dan tamu undangan.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi partai politik yang memperoleh kursi paling banyak. Partai berlambang banteng dengan moncong putih ini mendapatkan 11 kursi, disusul posisi kedua yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan 10 kursi.

Sementara untuk posisi ketiga yaitu Partai Gerindra dengan memperoleh 6 kursi. Posisi keempat Partai Golkar dengan 4 kursi. Disusul kemudian Nasdem, Demokrat, PPP masing-masing 3 kursi. PAN dan Hanura dua kursi serta Perindo memperoleh 1 kursi.

"Untuk rapat pleno berjalan lancar. Tidak ada keberatan baik dari saksi maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Wonosobo," ungkap Ketua KPU Asma Khozin saat ditemui seuasi rapat pleno terbuka.

Menurutnya, penetapan perolehan kursi partai politik dan calon terpilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Wonosobo hasil Pemilihan Umum 2019 sempat ditunda karena masih menunggu hasil registrasi gugatan sengketa pileg dari Mahkamah Konstitusi (MK). 

"Kami menunggu surat dari KPU pusat perihal Buku Register Perkara Konstitusi (BRPK) dari MK. Untuk DPR RI di dapil 6 Jateng ini yang mengajukan gugatan sehingga kita menunggu keputusan dari MK. Keputusan baru dibacakan kemarin dan tadi pagi baru kita terima salinan, baru kita tetapkan. Meskipun DPRD Wonosobo tidak ada masalah tapi ini satu kesatuan dan harus menunggu DPR RI," jelasnya.

Lebih lanjut pihaknya berharap kepada caleg yang terpilih agar tidak jumawa dan kedepan harus mengemban amanah dengan baik serta memperjuangkan apa yang disuarakan oleh rakyat. Kemudian bagi yang tidak terpilih silahkan antri lagi, waktu 5 tahun nanti ada proses demokrasi lagi dan masih ada banyak kesempatan.