Pastikan Layak Konsumsi, Dinas Cek Kesehatan Hewan Kurban
Ekonomi

Pastikan Layak Konsumsi, Dinas Cek Kesehatan Hewan Kurban

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Menjelang Hari Raya Idul Adha tahun 2019, Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan (Dispaperkan) Kabupaten Wonosobo melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban di berbagai tempat penjualan hewan. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap hewan kurban yang diperjual-belikan dalam kondisi sehat untuk dikonsumsi.

"Menghadapi Hari Raya Idul Adha ini kami sudah melakukan berbagai persiapan. Diantaranya, kita sudah sejak lama melatih para juru sembelih hewan agar bisa menyembelih hewan sesuai aturan Islam untuk memastikan kehalalannya," kata Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispaperkan Kabupaten Wonosobo, Sidik Driyono, Kamis (08/08/2018).

Selain itu, dalam minggu ini pihaknya melakukan pengecekan kesehatan hewan ke berbagai pasar hewan dan tempat penjualan hewan kurban lainnya. Pengecekan dilakukan untuk memastikan kesehatan hewan kurban yang diperjualbelikan. Selain itu juga untuk mengantisipasi penyebaran penyakit berbahaya yang terjangkit pada hewan. 

"Selama pengecekan hewan kurban, kami belum menemukan hewan yang terjangkit penyakit yang berbahaya. Baru ditemukan sejumlah hewan yang menderita penyakit pink eye atau belek, kami tetap menghimbau kepada masyarakat agar lebih cermat dalam membeli hewan kurban," jelasnya.

Sementara itu, salah satu dokter hewan Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispaperkan Wonosobo, Heri Kuswanto menjelaskan, sebenarnya pihaknya secara rutin melakukan pengecekan kesehatan hewan di setiap pasar hewan oleh petugas di kecamatan. Namun menjelang Hari Raya Idul Adha ini pemeriksaan juga dilakukan di tempat penjualan hewan kurban yang ada di pinggir jalan.

"Kami melakukan pengecekan secara sampling di sejumlah pasar hewan dan penjualan hewan kurban di pinggir jalan. Kalau di pasar hewannya sehat tetapi kalau di tempat penjualan pinggir jalan paling terkena belek. Hewan yang terken belek langsung diobati dengan salep dari dinas, karena bisa cepat sembuh. Namun untuk yang cacat tidak boleh dijual untuk kurban. Kami meminta masyarakat yang akan membeli hewan kurban agar lebih cermat dalam memilih," pungkasnya.