Smart City Butuh Sinergi Kuat, OPD Diminta Tak Saling Menyalahkan
Pemerintahan

Smart City Butuh Sinergi Kuat, OPD Diminta Tak Saling Menyalahkan

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Tahapan mewujudkan Wonosobo Kota Cerdas terus bergulir. Setelah selesai dengan bimbingan teknik (Bimtek) penyusunan masterplan Tahap pertama pada Bulan Juni silam, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Wonosobo melanjutkan dengan Bimtek Tahap II, Selasa (06/08/2019).

Selain tetap melibatkan hampir seluruh OPD di lingkup Pemkab, pada Bimtek kedua yang digelar di Ruang Mangunkusumo Setda tersebut dihadirkan pula unsur Desa hingga perwakilan dari BUMN/BUMD serta akademisi Perguruan Tinggi. Tercatat, sejumlah Kepala Desa, seperti dari Desa Beran Kepil, Desa Kapencar Kertek, Kumejing Wadaslintang dan Pj Kades Kadipaten Selomerto hadir dalam acara yang dibuka Pj Sekda, M Aziz Wijaya dan dihadiri pendamping dari Kementerian Kominfo RI serta konsultan mitra Pemkab tersebut.

Pj Sekda, M Aziz Wijaya dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi kuat antar jajaran OPD di lingkup Pemkab Wonosobo dalam mengupayakan terwujudnya Kota Cerdas.

OPD kami harapkan untuk dapat berkoordinasi secara intensif serta tidak saling menyalahkan mengingat pekerjaan menuju smart City Wonosobo ini membutuhkan sinergi kuat diantara semua pihak yang terlibat, tegasnya.

Dukungan masing-masing OPD dalam peranan mereka pada 6 smart, yaitu smart Governance, Smart Environment, Smart Society, Smart Living, Smart Branding serta Smart Economy menurut Aziz mesti disertai komitmen untuk meningkatkan layanan serta memberikan kemudahan bagi warga masyarakat. Penyusunan masterplan smart City sebagai tahapan awal dari impelementasi Kota Cerdas, diakui Aziz juga membutuhkan keseriusan semua pihak yang terlibat. 

Demi terbitnya dokumen masterplan yang sesuai harapan, ia menekankan setidaknya ada lima hal untuk menjadi perhatian, yaitu bagaimana membangun pola pikir sikap dan karakter masyarakat agar kedepan lebih baik, kemudian dukungan dari para pimpinan OPD beserta seluruh stakeholder, dan ketiga adalah orientasi pada pelayanan publik dan memberikan perhatian pada pemberdayaan pemerintah maupun masyarakat untuk berinovasi.

"Keempat, masterplan disusun berdasarkan bimbingan teknis yang akan kita laksanakan sebanyak empat kali yang di dalamnya berisi kesepakatan program kerja dan rencana aksi masing-masing OPD" lanjutnya.

Kelima, menurut Aziz adalah perlunya peningkatan keterampilan dan profesionalisme personil yang ditugasi untuk menangani penyusunan masterplan smart City.

Kelima hal yang diminta Pj Sekda untuk diseriusi tersebut, menurut Kepala Bidang Informatika Dinas Kominfo, Sulistiyani selaras dengan materi Bimtek tahap II. Menurutnya, fokus para peserta Bimtek yang telah dibagi dalam 6 kelompok smart adalah untuk menentukan quick win, yaitu memecahkan permasalahan yang muncul di masing-masing bidang.

Sebagai contoh, Lis menyebut quick win pada kelompok smart living, yaitu pemasangan alat bantu untuk penderita disabilitas di angkutan umum.

"Setiap anggota diskusi pada kelompok smart Living kemudian akan berpikir bagaimana menentukan alat yang tepat guna seperti yang diaksud," pungkasnya.