Soal Keluhan Wisatawan Saat Parkir di Dieng, Dispar Sebut Masuk Banjarnegara
Wisata

Soal Keluhan Wisatawan Saat Parkir di Dieng, Dispar Sebut Masuk Banjarnegara

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Unggahan yang berisi keluh kesah seorang wisatawan asal Pati yang merasa dijebak saat memarkirkan mobilnya di kawasan Dieng viral di media sosial Facebook. Menyikapi hal tersebut, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo, menyebut bila kawasan tersebut bukan wilayah Wonosobo.

Sebagaimana diketahui, keluhan wisatawan yang merasa dijabak, harus membayar Rp 50 ribu untuk mengeluarkan mobilnya dari tempat parkir yang dipagar. Saat dikonfirmasi, Kepala Disparbud Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo mengungkapkan, pihaknya sudah menindaklanjuti terkait viralnya kejadian tersebut. Ia sudah mencari informasi apakah tempat kejadian parkir tersebut masuk wilayah Wonosobo atau Banjarnegara.

"Dieng itu kan juga sebagian masuk wilayah Banjarnegara, bukan hanya Wonosobo. Namun, kalau mendengar kata Dieng umumnya akan menuju Kabupaten Wonosobo," katanya, Kamis (11/07/2019).

Setelah dilakukan penelurusan terhadap wilayah yang menjadi tempat kejadian tersebut, ternyata masuk wilayah Banjarnegara. Walaupun demikian, pihak Disparbud Wonosobo terus melakukan pembinaan yang berkesinambungan agar tidak ada kejadian parkir yang menarik tarif terlalu mahal di tempat pariwisata di wilayah Wonosobo. 

Lebih lanjut, pihaknya mengakui bahwa masih banyak yang harus diperbaiki terkait tata kelola wisata di Wonosobo. Saat ini pihaknya sedang melakukan pembenahan terhadap regulasi tentang usaha pariwisata. Hal itu dilakukan karena bayak pihak swasta yang membuat tempat pariwisata yang kadang-kadang tidak terkendali kalau tidak ada aturan.

Kita baru punya Perda dan masih menunggu Perbubnya yang berada di meja Bupati. Kalau sudah ditandatangani, kita akan langsung bergerak melakukan penertiban, bebernya.

Peraturan yang dimaksud berkenaan dengan usaha wisata. Dia mencontohkan, homestay yang tidak punya tempat parkir harus menyediakannya. Kemudian ada usaha wisata yang tidak punya tempat parkir juga harus mengusahakan. Kalau para pengusaha tersebut tidak mau menyediakan parkir, lanjutnya, usaha pariwisata tersebut harus mau ditutup.

Kita juga akan membuat standarisasi parkir di tempat pariwisata mau model seperti apa. Agar tidak terjadi main palak sendiri, ungkapnya.

Kemudian, Disparbud Wonosobo sedang mengusahakan untuk membuat model penarikan tiket di semua tempat pariwisata di Dieng manjadi satu tiket saja. Hal itu dilakukan agar menghilangkan kesan pariwisata di Dieng mahal.