40 Persen Koperasi di Wonosobo Dinyatakan Tidak Sehat
Ekonomi

40 Persen Koperasi di Wonosobo Dinyatakan Tidak Sehat

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disdagkop UMKM) Kabupaten Wonosobo mencatat dari 350 koperasi yang ada di Wonosobo, sebanyak 100 koperasi atau sekitar 40 persennya dinyatakan tidak sehat.

Di Wonosobo ada 350 koperasi, yang sehat sekitar 250 sampai 270 atau sekitar 60 persennya. Ada beberapa alasan penyebab koperasi ini tidak sehat, di antaranya, persoalan RAT, SHU kecil, tidak terurus, dan lain sebagainya,” kata Kabid Koperasi Disdagkop UMKM Wonosobo, Nugrahadi, Selasa (09/07/2019).

Oleh karena itu, dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Koperasi ke 72 tahun 2019 pihaknya mengadakan Workshop Peningkatan dan Pengembangan Usaha Koperasi di gedung Sasana Adipura Wonosobo. Acara yang diikuti sebanyak 200 koperasi di Wonosobo. 

Acara ini untuk memberikan motivasi kepada para pengurus koperasi karena koperasi di Wonosobo dinilai masih lemah. Kita datangkan narasumber agar koperasi lebih baik lagi kedepannya,” bebernya.

Kelemahan koperasi ini menurutnya pada sisi usahanya, yaitu kebanyakan koperasi masih bergerak pada simpan pinjam. Pihaknya berharap kedepan koperasi di Wonosobo bisa sehat, baik dari sisi usahanya maupun keanggotaannya. Selain itu usahanya harus sesuai kebutuhan anggotanya.

Sementara itu, Kepala Disdagkop UMKM, Agus Suryatin mengatakan, tingginya tingkat idle money atau dana mengendap yang dimiliki koperasi menjadi salah satu permasalahan yang banyak dialami oleh koperasi dewasa ini. permasalahan idle money ini apabila tidak segera diselesaikan dapat menjadi bomerang bagi perkembangan koperasi.

Koperasi perlu memikirkan alternatif usaha baru atau melakukan spin off usaha untuk menekan idle money. Melalui workshop ini, diharapkan para pengurus koperasi dapat memperluas wawasannya mengenai pengembangan usaha koperasi dan membangun jaringan kerjasama usaha koperasi,” beber Agus.

Di era reformasi industri 4.0 sat ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi koperasi. Oleh karena itu, koperasi tidak bisa hanya berdiam diri menyaksikan perkembangan teknologi yang semakin pesat sekarang ini. Tetapi koperasi harus berani terjun dalam persaingan dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi yang ada.