Merasa Dijebak Saat Parkir di Dieng, Keluhan Wisatawan Asal Pati Viral di Medsos
Wisata

Merasa Dijebak Saat Parkir di Dieng, Keluhan Wisatawan Asal Pati Viral di Medsos

Dieng,(wonosobo.sorot.co)--Sebuah status akun Facebook yang bernama Rosse Mimy viral di medsos setelah di mengunggah cerita di grub BERITA VIRAL. Dalam statusnya itu, ia yang merupakan wisatawan asal Pati tersebut mengeluhkan soal parkir di Dieng. Lantaran ia merasa dijebak oknum warga di kawasan Dataran Tinggi Dieng, pada Minggu (07/07/2019) malam.

Dalam status yang ia posting sekitar pukul 21.30 WIB tersebut, terjadi di tanah lapang samping Hostel Camelia. Bermula, sekitar pukul 19.30 WIB, dirinya masuk di kawasan Dieng untuk mencari makan, sebelum ia melanjutkan perjalanan ke arah Bukit Sikunir. Saat itu tanah lapang di samping Hostel Camelia menurut pengakuannya dalam keadaan terbuka, tanpa palang pintu juga papan pengumuman.

Saat mereka melewati jalan tersebut, terdapat tukang parkir yang menggiring untuk masuk. Karena saat itu memang sedang mencari tempat parkir dan di lokasi melihat banyak juga yang parkir, ia pun lantas parkir di situ tanpa pikir panjang. Setelah parkir, mereka ke luar mencari makan. Namun, mereka sangat terkejut, setelah makan dan kembali ke parkiran, tanah lapang itu sudah posisi terpagar.

Saya berpikir, hal itu mungkin karena ditutup sama tukang parkirnya, karena sudah malam demi keamanan. Namun, ketika saya pegang pagarnya, saya kaget karena pagar dalam posisi tertutup permanen. Disetiap tiang-tiangnya seperti ada bekas dipalu, jadi posisi tertancap dalam. Kala itu, saya sempat merasa panik. Kebetulan, didekat lokasi seperti ada beberapa orang yang berkerumun yang sepertinya orang lokal, tulisnya di postingan Facebook.

Dia berupaya bertanya lagi alasan tanah lapang yang tiba-tiba terpagar kepada seorang bapak. Bapak yang tak disebut namanya itu berkata bahwa tanah itu milik pribadi dan bukan tempat parker, sehingga sama pemilik tanah dipagar. Lalu dirinya menyebut bahwa di tempat tersebut tidak ada papan pengumuman larangan parkir dan sebelumnya ada yang menyarankan parkir di tempat tersebut, terlebih masih banyak mobil yang terparkir. Ia pun mengaku tidak tahu permasalahan larangan karena memang orang jauh. 

Si bapak kemudian menjawab semua juga orang jauh mas. Yaelahhh perkataan si bapak terkesan pekok. Lalu saya bilang kalau bapak ngga percaya ini KTP saya, saya domisili di Pati. Terus ini gimana pak kan saya mau ke luar. Si bapak malah bilang gak tau. Di dalam hati saya sudah kepikiran mau lapor polisi saja kayaknya ada niatan yang ngga bener,” tulisnya dalam postingannya.

Bapak tersebut menjelaskan pula bahwa pagar terpasang sudah sejak siang. Merasa jawabannya tidak memuaskan, pemilik akun Rosse Mimy berujar bahwa bila sejak siang terpasang, lantas bagaimana caranya mobil-mobil bisa terpakir di tempat tersebut.

Lha kalau memang pagar terpasang dari siang terus mobil-mobil yang bisa terpakir di situ terbang ya pak?,” tanyanya dalam unggahannya.

Hal itu karena posisi saat itu di dalam masih ada enam mobil, termasuk mobilnya.

Setelah itu, kata pemilik akun, si bapak itu berkata bila mobil ingin keluar diminta memberinya uang Rp 50.000 untuk ganti rugi bongkar pasang pagarnya. Mengetahui pernyataan itu, pemilik akun pun merasa dijebak. Dia pun tahu bahwa bapak yang ia tanya ternyata pemilik tanah.

Apakah ini permainan atau gimana, saya tidak tau. Mau ngadu kemana baiknya supaya tidak terulang lagi untuk kedepannya,” ujarnya menutup kisahnya.

Hingga Selasa (09/07) pukul 13.15, kisahnya yang di posting di group Berita Viral sudah dibagikan 788 kali, 392 komen dan 1.618 like. Postingan tersebut juga sudah dibagikan dibeberapa grub facebook Wonosobo.