Pemkab Dapat Dana Rp 4,5 Miliar untuk Pendidikan
Pendidikan

Pemkab Dapat Dana Rp 4,5 Miliar untuk Pendidikan

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Kabupaten Wonosobo mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat berupa Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 4,5 miliar pada tahun 2019. Dana tersebut untuk pembangunan rehabilitasi bangunan ataupun fasilitas penunjang pendidikan dasar dan menengah pertama.

DAK tahun 2019 diarahkan untuk  mewujudkan pemenuhan standar sarana dan prasarana belajar pada setiap satuan pendidikan yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP), kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Wonosobo, Sigit Sukarsana, Senin (08/07/2019).

Menurutnya, pelaksanaan rehabilitasi dan pembangunan yang bersumber dari DAK tersebut, bisa dilakukan secara swakelola oleh Panitia Pembangunan Sekolah (P2S) dengan menerapkan asas efektivitas, efisiensi, transparansi, akuntabilitas, pengutamaan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan kegiatan pembangunan atau rehabilitasi dan optimalisasi kualitas pekerjaan dengan barang yang dihasilkan. 

Kita berharap pada pelaksanaan kegiatan tersebut dilakukan dengan metode swakelola, namun tetap mengacu pada peraturan perundangan yang berlaku,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pendidikan Disdikpora Kabupaten Wonosobo, Eko Premono mengungkapkan, pada tahun anggaran 2019, Kabupaten Wonosobo menerima Rp 4,5 miliar. Dana tersebut khusus bidang pendidikan yang penyalurannya terbagi menjadi Sub Bidang TK/SD, Sub Bidang SMP dan Sub Bidang SKB.

DAK pendidikan tahun 2019 sebesar Rp 4,5 miliar. Penyaluran dibagi dalam tiga sub bidang, dan pola pelaksanaan kegiatan dilakukan secara swakelola,” bebernya.

Eko berharap pelaksanaan kegiatan pembangunan sarpras di bidang pendidikan yang bersumber dari dana alokasi khusus tersebut dapat dijalankan dengan baik. Sehingga, berdampak pada peningkatan mutu pendidikan yang mengacu pada standar pendidikan nasional.

Penandatangan penyaluran sudah ditandangani pihak terkait, termasuk 47 kepala SD, 12 kepala SMP, 3 kepala TK Negeri dan 1 orang kepala SKB,  didampingi Ketua Komite Sekolah masing-masing, ungkapnya.