Data Kemiskinan Wonosobo Beda, Dewan Minta OPD Koordinasi
Sosial

Data Kemiskinan Wonosobo Beda, Dewan Minta OPD Koordinasi

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Angka kemiskinan di Kabupaten Wonosobo masih menjadi yang tertinggi di Jawa Tengah (Jateng). Namun, dalam pola penyajian data kemiskinan yang dilakukan oleh masing-masing OPD berbeda-beda. Terkait hal tersebut DPRD meminta untuk melakukan penyamaan persepesi terkait data kemiskinan tersebut.

"Penyajian data masing-masing OPD soal kemiskinan berbeda. Ini perlu ada koordinasi. Misalnya antara Bappeda dengan Dinas Sosial PMD. Padahal, data ini menentukan arah kebijakan pemerintah daerah," kata juru bicara Fraksi PKB Suwondo Yudistiro, Senin (08/07/2019).

Menurutnya, berdasarkan data dari Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, data warga miskin berdasarkan pendataan terakhir jumlahnya mencapai sekitar 390 ribu jiwa. Artinya, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Wonosobo secara keseluruhan yang mencapai 875 ribu jiwa. Maka, angka penduduk miskin masih mencapai 44 persen.

"Pendataan kemiskinan terakhir yang dilakukan Dinas Sosial jumlahnya sudah mencapai 390 ribu. Itu artinya 44 persen penduduk kita miskin," bebernya.

Padahal, lanjutnya, dalam LKPJ Bupati tahun 2018 menyebutkan kemiskinan di Kabupaten Wonosobo masih 17,58 persen atau hanya mengalami penurunan sebesar 2,95 persen dibanding tahun 2017 sebesar 20,53 persen.

Dengan masih tingginya angka kemiskinan ini, maka prioritas pembangunan daerah Kabupaten Wonosobo berupa pengentasan kemiskinan, pemenuhan kebutuhan dasar dan pemberdayaan masyarakat miskin dirasa belum dilaksanakan secara optimal. Sehingga, diperlukan kerja keras pemerintah daerah untuk menekan angka kemiskinan.

"Maka, kita dorong terutama penyamaan persepsi antara Bapedda dengan dinas dan instransi terkait tentang indikator kemiskinan sehingga menghasilkan data warga miskin yang valid," tandasnya.