Kakek Perkasa, Usia 84 Tahun Masih Setia Jadi Pemecah Batu
Sosial

Kakek Perkasa, Usia 84 Tahun Masih Setia Jadi Pemecah Batu

Garung,(wonosobo.sorot.co)--Tiada kata menyerah dalam kamus hidup Suwito. Kakek berumur 84 tahun asal Kelurahan Garung tersebut, masih setia dengan pekerjaannya sebagai pemecah batu sejak puluhan tahun silam. Tekadnya untuk menghidupi keluarganya lebih keras dibandingkan dengan batu yang ia pecah.

Saya punya 7 orang anak. Sekarang saya tinggal bersama istri. Bekerja menjadi pemecah batu sekitar 20 tahun untuk menghidupi keluarga,” katanya, Senin (08/07/2019).

Suwito mengaku memang untuk pada usianya sekarang, pekerjaan menjadi pemecah batu tak dapat disebut pekerjaan yang mudah. Selain itu pekerjaan ini memiliki banyak risiko, seperti serpihan batu kecil yang dipukul tanpa sengaja memantul ke kening. 

Ya beresiko, selain terkena batu saat memukul juga bisa terkena pemukulnya. Bisa melukai tangan,” ungkapnya.

Selain itu, alat yang digunakan untuk membelah batu juga alat-alat keras dan berat seperti palu dan bajik. Selain itu yang paling penting, tenaga dan kekuatan fisik harus tetap terjaga, karena ia harus menaiki bukit di belakang rumah-rumah warga Muntuk untuk menjalani pekerjaan keras tersebut.

Fisik harus kuat karena memukul batu butuh tenaga yang kuat. Belum lagi alat untuk memecah batu juga cukup berat,” bebernya.

Laki-laki kelahiran 1935 silam tersebut mengaku, bahwa terik matahari dan keringat tak lantas membuat dirinya memilih jalan-jalan pintas demi mendapat rupiah. Suwito menyebutkan, dalam satu hari ia dapat memecahkan batu hingga 4 ember.

Dari pekerjaan yang ia geluti, lanjutnya, harga batu kricak per satu unit mobil sekitar 250 ribu rupiah. Dari pendapatan itulah ia mengaku bisa menghidupi keluarga, meski harus banting tulang di usia yang semakin senja.