Rawan Kebakaran, Pendaki Gunung Sindoro Dilarang Buat Api Unggun
Peristiwa

Rawan Kebakaran, Pendaki Gunung Sindoro Dilarang Buat Api Unggun

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Risiko terjadi kebakaran semakin meningkat memasuki musim kemarau. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi kebakaran hutan di Gunung Sindoro, petugas pos pendakian Gunung Sindoro di wilayah Kertek, Wonosobo melakukan mengetatan pengawasan kegiatan pendakian.

Pengawasan pendakian memang kami perketat, untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan di kawasan Gunung Sindoro,” kata salah satu penjaga basecamp Pajero Alang-alang Sewu di Dusun Anggrunggondok, Desa Reco, Kecamatan Kertek, Florantinus Andika, Minggu (07/07/2019).

Menurutnya, Gunung Sindoro yang berada di perbatasan Kabupaten Temanggung dengan Kabupaten Wonosobo pada 2018 terjadi beberapa kali kebakaran yang menghanguskan ratusan hektare lahan hutan. Berkaca pada kejadian itu, pihaknya terus memperketat pengawasan barang bawaan para pendaki untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan di Gunung Sindoro. 

"Untuk mencegah terjadinya kebakaran para pendaki dilarang membuat api unggun dan membawa kembang api saat melakukan pendakian Gunung Sindoro," bebernya.

Oleh karena itu, lanjutnya, sebelum melakukan pendakian dan saat kembali di basecamp, pihaknya mengharuskan para pendaki untuk melakukan pengecekan barang bawaannya dan sampah barang bawaan tersebut harus dibawa kembali waktu turun. Menurut dia, barang apa saja yang dibawa turun kembali, harus sesuai dalam pengecekan sebelum naik. Hal itu agar mereka tidak meninggalkan sampah di atas lokasi puncak pendakian.

"Jangan sampai pendaki meninggalkan sampah sembarangan, karena hal itu bisa menyebabkan kebakaran. Memang untuk saat ini belum ada sanksinya bagi pendaki yang meninggalkan sampah diatas, selain teguran. Sementara ini, kami yang akan membersihkan sampah apabila sudah banyak," jelasnya.

Kendati basecamp Pajero baru dibuka sekitar 2 tahun yang lalu, namun para pendaki yang melalui basecamp ini semakin ramai. Menurut pada musim liburan lalu, jumlah pendaki dalam sebulan bisa mencapai hingga 1.000 orang.

"Kalau tahun lalu rata-rata 10 an orang pendaki per harinya tapi sekarang rata-rata sampai 20 orang. Kadang ada tiga rombongan di malam minggu atau malam hari libur. Tapi tetap kami arahkan untuk naik di pagi hari atau siang hari karena lebih aman," jelasnya.

Di basecamp Pajero Reco, lanjutnya, disediakan berbagai fasilitas yang terhitung lengkap. Mulai tempat istirahat, kamar mandi, hingga koneksi internet via Wifi yang memudahkan mereka untuk tersambung ke koneksi internet. Berbagai aturan ketat juga dipertahankan untuk keamanan lereng Sindoro.