Petaka Bagi Petani, Bun Upas Tidak Berbahaya Bagi Wisatawan Dieng
Wisata

Petaka Bagi Petani, Bun Upas Tidak Berbahaya Bagi Wisatawan Dieng

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Suhu dingin ekstrem yang terjadi di dataran tinggi Dieng menyebabkan embun yang menempel di rumput dan tanaman pertanian warga membeku. Peristiwa yang biasa disebut bun upas oleh warga sekitar tersebut dipastikan tidak berbahaya bagi para wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dipartabud) Wonosobo, One Andang Wardoyo mengatakan, suhu yang mencapai minus di Dieng memunculkan bun upas. Fenomena tersebut tidak membahayakan bagi wisatawan yang berkunjung di Dieng. Hanya saja, Andang mengimbau, bagi wisatawan yang akan mengabadikan embun es di pagi di Dieng harus benar-benar mempersiapkan diri dengan baik. Wisatawan harus mengenakan jaket tebal, penutup kepala, sepatu, kaos tangan dan masker.

Jika tidak mengenakan pakaian standar di dataran tinggi yang memiliki suhu minus, tubuh bisa tidak kuat karena rasa dingin yang luar biasa. Bibir bisa pecah-pecah dan kulit wajah terasa pedih setelah kena panas sinar matahari,” ungkapnya, Sabtu (06/07/2019).

Lebih lanjut dikatakannya, sejak embun es mulai menyelimuti kawasan dataran tinggi Dieng, banyak wisatawan yang mendatangi Dieng dini hari untuk menyaksikan kemunculan bun upas. Ini menjadi berkah bagi pihak pariwisata. 

Para wisatawan dan fotografer naik ke Dieng dini hari karena ingin mengabadikan fenomena langka dan unik. Meski dengan udara yang dingin sekali mereka nekat menerobos embun pagi demi menadapatkan foto terbaik,” bebernya.

Walaupun menjadi berkah bagi pihak pariwisata, namun menjadi bun upas menjadi petaka bagi para petani. Lantaran embun es yang meluas ke lahan pertanian, bisa membuat tanaman kentang layu hingga mati. Beberapa petani kentang di Dieng pun pagi-pagi sudah sampai lahan mengecek tanaman kentang terkena bun upas atau tidak. Mereka berupanya menyemprot bun upas di daun tanaman kentang dengan air.

Penyemprotan bun upas dilakukan agar embun es tidak terlalu lama menempel di daun tanaman kentang. Jika bun upas sampai lama menempel, daun tanaman kentang bisa layu dan mati,” pungkasnya.