Terdampak Bun Upas, 6 Hektare Lahan Kentang di Dieng Wetan Rusak
Peristiwa

Terdampak Bun Upas, 6 Hektare Lahan Kentang di Dieng Wetan Rusak

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Fenomena embun yang membeku atau bun upas yang terjadi di kawasan dataran tinggi Dieng akhir-akhir ini, membuat areal lahan pertanian mengalami kerusakan. Setidaknya 6 hektare lahan pertanian kentang rusak akibat fenomena tersebut.

"Untuk di wilayah Wonosobo, yang terdampak suhu dingin sehingga menyebabkan tanaman kentang layu, pasca terkena embun upas hanya di Dieng Wetan, Kejajar," kata Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (Dispaperkan) Wonosobo, Sidik Widagdo, Jumat (05/07).

Menurutnya, dampak kerusakan embun es atau bun upas di wilayah Kecamatan Kejajar, terjadi pada komoditas kentang dengan gejala berupa pucuk tanaman hangus seperti terbakar. Kejadian embun es biasanya berdampak pada tanaman kentang dengan usia muda. 

"Hasil pantauan penyuluh pertanian lapangan (PPL) Kecamatan Kejajar di lapangan, lahan pertanian yang terdampak di wilayah Desa Dieng Wetan berada di sekitar lapangan atau belakang masjid Dieng Wetan. Kondisi tanaman rusak terdampak embun es enam hektare dengan intensitas sedang. Kondisi masih sama, luasan dan kondisi tidak meluas," jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, untuk lahan pertanian yang terdampak berada di wilayah yang berbatasan langsung dengan pertanian di Kabupaten Banjarnegara, yang lokasinya sering mengalami banyak kerusakan. Atas kerusakan enam hektare lahan pertanian kentang petani di Desa Dieng Wetan, pihaknya mencatat kerugian ditaksir mencapai Rp 170 juta.

Dikatakannya, rata-rata petani sudah menyiapkan tanaman pada usia 60 hari ke atas, apabila memasuki bulan Agustus. Bulan depan pihaknya berencana akan memasang termometer di lokasi lahan petani. Diharapkan nanti petani bisa melihat data suhu harian malam dan dini hari.

"Nanti kita serahkan ke pemilik lahan yang ketempatan termometer. Kita akan coba lima dulu," ungkapnya.

Untuk saat ini, penyiraman dilakukan petani untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya kerusakan akibat embun es. Perlu juga dengan persiapan peralatan penyiraman dan naungan baik paranet, dahan bambu gendani, alang-alang dan lainnya sebagai antisipasi muncul kembali embun es.

Embun es merupakan fenomena alam yang terjadi akibat suhu udara dalam waktu relatif singkat, turun di bawah nol derajat celsius. Kondisi ini menyebabkan cairan dalam tubuh tanaman membeku, menyebabkan sel-sel tanaman pecah.

Gejala yang nampak, tanaman kentang layu seluruh tanamanya. Secara ilmiah, kasus tersebut disebut ‘Frost’, petani Dieng menyebutnya bun upas karena embun yang berwarna putih seperti kapas dan mematikan tanaman. Secara alami di Dieng, biasanya terjadi sekitar bulan Juli-Agustus.