Diduga Karena Balon Udara, Atap Rumah Warga Terbakar
Peristiwa

Diduga Karena Balon Udara, Atap Rumah Warga Terbakar

Sapuran,(wonosobo.sorot.co)--Sebuah atap rumah di Dusun Candi RT 02/02, Desa Ngadisalam, Kecamatan Sapuran terbakar, Selasa (11/06/2019). Kebakaran rumah milik Giyaman (39) warga setempat tersebut, diduga disebabkan karena sebuah balon udara yang diterbangkan secara liar disertai sumbu yang jatuh diatap rumah.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Namun, baru dilaporkan kepada pihak kepolisian sekitar pukul 16.30 WIB. Beruntung kejadian tersebut tidak menyebabkan jatuhnya korban.

Wakapolres Wonosobo, Kompol Sopanah mengaku, pihaknya sudah maksimal dalam memberikan pengawasan dan menertibkan penerbangan balon udara secara liar. Namun, dengan adanya kejadian itu, pihaknya mengaku kecolongan dengan tindakan oknum warga yang mengatasnamakan tradisi, namun hal itu sesungguhnya membahayakan lingkungan masyarakat maupun kegiatan penerbangan.

Menurutnya, dari laporan yang diterimanya dan berdasarkan keterangan saksi-saksi, yakni Eru Endarwati (30) seorang penjahit dan Wantri (30) seorang buruh serta Wayatul F (28) seorang ibu rumah tangga yang merupakan tetangga korban, kejadian kebakaran tersebut berawal saat saksi Eru Endarwati yang sedang di dalam rumah, namun tiba-tiba ia mendengar adanya suara seperti barang terbakar. Karena curiga, ia lantas keluar rumah.

Setelah keluar rumah, ia mendapati di atap rumah milik Rahmat Giyaman sudah terbakar. Kemudian saksi Eru langsung berteriak-teriak memanggil suaminya dan kemudian berusaha masuk ke dalam rumah untuk berusaha memadamkan api tersebut,” katanya.

Tidak lama kemudian, katanya, para warga pun berdatangan ikut berupaya membantu memadamkan kobaran api, sehingga akhirnya api berhasil dipadamkan. Bagian rumah yang terbakar antara lain atap rumah bagian tengah atau talang, beserta eternitnya yang terbuat dari anyaman bambu. Beruntung kejadian itu tidak menyebabkan jatuhnya korban. Namun korban mengalami kerugian materi sebanyak Rp 8 juta. 

Penyebab kebakaran karena kobaran api yang diperkirakan berasal dari balon udara yang turun di atap rumah,” ujarnya.

Diduga sumbu balon udara tersebut masih menyala, sehingga membakar bagian atap rumah atau talang yang terbuat dari karet. Sedangkan untuk balon udara tersebut, tidak diketahui asal usulnya. Namun tiba-tiba jatuh di atas rumah korban. Dari perkiraan beberapa saksi, balon udara tersebut berasal dari arah utara atau arah barat.

Bahkan Kepala Desa Ngadisalam, Bapak Kabul pun meyakini balon udara itu bukan dari warganya,” bebernya.

Atas laporan kejadian kebakaran itu, tindakan yang dilakukan pihak kepolisian yakni mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), mencatat saksi-saksi, membuat laporan kepada pimpinan dan memberikan himbauan kepada warga untuk tidak menerbangkan balon udara secara liar.

Kami masih mengadakan penyelidikan terhadap pelaku penerbangan balon liar tersebut. Karena tindakan mereka membahayakan orang lain,” jelasnya.