Ganggu Keselamatan Penerbangan, Puluhan Laporan Balon di Ketinggian Pesawat
Peristiwa

Ganggu Keselamatan Penerbangan, Puluhan Laporan Balon di Ketinggian Pesawat

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Balon udara tradisional liar kembali mengganggu keselamatan penerbangan. Hingga hari kedua Lebaran tahun ini, terdapat 34 laporan pilot yang melihat balon di ketinggian yang bervariasi.

Kemarin pada hari pertama lebaran, kami mendapat 28 pilot report yang melihat balon udara dan membahayakan keselamatan penerbangan. Kemudian kemarin ada penambahan 6 laporan pilot lagi,” ungkap Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto di Jakarta dalam siaran persnya, Sabtu (08/06/2019).

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak menerbangkan balon udara liar, karena sangat membahayakan keselamatan penerbangan. Sebagaimana diketahui  di sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur terdapat kebiasaan menerbangkan balon udara saat bulan Syawal. Untuk mengakomodasi hal tersebut, Kementerian Perhubungan telah menerbitkan PM No 40 tahun 2018 tentang Penggunaan Balon Udara Pada Kegiatan Budaya Masyarakat. 

Pada PM 40, balon udara tradisional boleh diterbangkan dengan ketentuan ditambatkan dengan tali maksimum 125 meter dari tanah, ukuran balon maksimum diameter 4 meter dan tinggi 7 meter. Selain itu, setiap kegiatan penerbangan balon harus meminta izin kepada otoritas bandara dan pemerintah daerah. Disampaikan Novie, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke daerah-daerah yang memiliki kebiasaan menerbangkan balon.

"Setiap tahun kami sosialisasi, tahun ini sepanjang bulan Ramadan yang lalu kami sosialisasi ke Wonosobo, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, hingga ke Ponorogo, Jawa Timur," katanya.

Sosialisasi dilakukan AirNav lewat berbagai cara, mulai dari kecamatan, komunitas balon, pemuka agama hingga ke sekolah-sekolah. Bahkan, AirNav akan menggelar Java Balon Festival 2019 di Pekalongan dan Wonosobo pekan depan.

Sebagai bagian dari upaya sosialisasi balon udara yang aman dan sesuai ketentuan PM 40 tahun 2018, kami mengadakan festival balon. Ini yang kedua setelah tahun sebelumnya kami adakan. Tujuannya adalah agar masyarakat tidak lagi menerbangkan balon liar, tapi ikit di festival ini,” terangnya.

Sementara itu, Kapolres Wonosobo, AKBP Abdul waras mengungkapkan, untuk mencegah penerbangan secara liar, pihaknya sejak Kamis (06/06) lalu menerjunkan Tim Hero Polres Wonosobo untuk melakukan patroli ke berbagai kecamatan dan desa. Pihaknya agar masyarakat menerbangka balon dengan cara ditambatkan agar tidak mengganggu penerbangan pesawat.

Kami juga mengapresiasi warga desa yang telah mengadakan festifal balon dengan ditambatkan tingkat desa, ungkapnya.