Terbangkan Balon Udara Secara Liar, Terancam Denda Setengah Miliar
Hukum & Kriminal

Terbangkan Balon Udara Secara Liar, Terancam Denda Setengah Miliar

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Menerbangkan balon udara pada saat lebaran sudah menjadi sebuah tradisi warga Wonosobo. Namun, AirNav mengingatkan warga Wonosobo untuk tidak menerbangkan balon udara secara liar. Sebab, penerbangan balon udara liar ini membahayakan penerbangan pesawat terbang.

CSR Manajer Air Nav, Hermawansyah mengatakan, sudah sekitar tiga tahun terakhir, pihaknya bersama Pemkab Wonosobo melakukan sosialisasi tetkait penerbangan balon udara dengan ditambatkan. Lantaran sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, penerbangan balon udara liar akan dikenai sanksi. Yakni pidana penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp 500 juta.

Kalau ditemukan penerbagan balon secara liar, nanti dari pihak kepolisian atau pemerintah daerah akan melaporkan ke otoritas penerbangan di Suarabaya. Karena yang punya wewenang tentang itu di sana, katanya, Rabu (05/06/2019).

Menurutnya, balon udara bisa membuat mesin pesawat mati, terbakar hingga meledak jika tersangkut masuk ke dalam mesin pesawat. Selain itu, juga bisa mengakibatkan informasi ketinggian dan kecepatan tidak akurat jika balon udara sampai menutupi Pitot Tube atau Hole. 

Bisa mengganggu pandangan pilot kalau balon udara menutupi bagian depan pesawat. Kalau kesangkut di sayap juga mengakibatkan pesawat susah dikendalikan,” bebernya.

Berdasarkan laporan dari pilot saat hari raya Lebaran tahun lalu, katanya, masih ditemukan balon udara di langit Wonosobo. Bahkan, ketinggian balon udara tersebut bisa mencapai 25 ribu kaki.

Padahal kalau pesawat Jakarta-Yogyakarta itu hanya 21 ribu kaki. Laporan dari pilot koordinatnya itu di langit Wonosobo, dan lumayan banyak,” bebernya.

Biasanya sebagai antisipasi adanya balon udara, pesawat terbang melalui jalur alternatif memutar sebelah utara pulau jawa. Namun, hal tersebut memakan banyak biaya, karena membutuhkan lebih banyak biaya dan sangat memberatkan pihak perusahaan penerbangan.