Camat Mojotengah Wajibkan Pemdes Anggarkan Program Jambanisasi
Pemerintahan

Camat Mojotengah Wajibkan Pemdes Anggarkan Program Jambanisasi

Mojotengah,(wonosobo.sorot.co)--Desa Candirejo, Kecamatan Mojotengah mendeklarasikan diri sebagai desa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), Kamis (14/03). Acara yang digelar di depan Kantor Desa tersebut dihadiri, jajaran Forkompinda Wonosobo, Forkompinca Mojotengah, perangkat desa dan warga Desa Candirejo.

Camat Mojotengah, Bandriyo mengatakan, Desa STBM merupakan desa yang masyarakatnya sudah menerapkan lima pilar STBM. Yakni tidak buang air besar disembarang tempat, mencuci tangan dengan sabun dan dengan air yang mengalir, mengelola air minum rumah tangga dan mengola sampah rumah tangga serta mengolah limbah cair rumah tangga.

"Berkat kerja keras semua pihak, mulai dari petugas kesehatan, tokoh agama, tokoh masyarakat serta dorongan dari jajaran Kodim 0707/Wonosobo, kini Desa Candirejo yang memiliki 423 KK sudah tidak ada lagi yang BAB sembarangan,” katanya saat ditemui seusai acara.

Menurut Bandriyo, pihaknya akan kembali melakukan deklarasi STBM di Desa Gunturmadu yang sudah dipersiapkan sekitar dua bulan lagi. Pihaknya tegas untuk menjalankan program jambanisasi ini dan meminta pemerintah desa untuk menggunakan dana desa dalam mendukung program tersebut. 

"Kalau ada desa yang dana desanya tidak ada untuk program jambanisasi tidak saya rekomendasikan," tegasnya.

Pihaknya berharap, dengan adanya deklarasi ini, kedepan seluruh desa dan kelurahan di Kecamatan Mojotengah akan termotifasi dan bisa mewujudkan seratus persen ODF (Open Defecation Free) atau stop buang air besar sembarangan (BABS). Sehingga impian dengan jamban sehat, keluarga sehat, masyarakat sehat dan harapan hidup lebih panjang bisa terwujud.

"Hingga kini masih 58 persen keluarga di Kecamatan Mojotengah yang belum memiliki jamban sehat. Oleh karena itu, saya menargetkan tahun 2021 bisa ODF seratus persen," tandasnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0707/Wonosobo, Letkol Czi Fauzan Fadli mengungkapkan, Kabupaten Wonosobo merupakan daerah sumber mata air. Jika sumber tersebut sudah tercemar oleh kotoran manusia maka yang sakit tidak hanya masyarakat Wonosobo saja. Akan tetapi bisa masyarakat Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Kebumen, Purworejo dan Cilacap akan terkena imbasnya.

"Permasalahan jamban jangan dianggap remeh, karena dampak yang ditimbulkan sangat besar. Seperti penyakit diare, tifus, kolera dan juga dapat menimbulkan penyakit stunting yang merupakan salah satu penyebabnya adalah sanitasi yang buruk," pungkasnya.