<p>Kasus Anak Dibawah Umur Menikah Capai 479 Tahun Lalu</p>
Peristiwa

Kasus Anak Dibawah Umur Menikah Capai 479 Tahun Lalu

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Potret perkawinan dini atau dibawah usia 19 tahun di Kabupaten Wonosobo terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Dari data yang ada, bahwa perkawinan dibawah usia 19 tahun di Wonosobo pada tahun 2018 ada 2.109 perkawinan, tahun 2019 ada 2.018 perkawinan, tahun 2020 ada 968 perkawinan dan tahun 2021 ada 479 perkawinan.

Kepala Dinas PPKBPPPA Kabupaten Wonosobo, Dyah Retno Sulistyowati menyampaikan, bahwa berbagai upaya terus dilakukan pemerintah dan seluruh stekholder yang ada, agar angka perkawinan dibawah usia 19 tahun bisa terus ditekan. Seperti dengan penguatan pemenuhan hak anak bagi Hakim Pengadilan Agama dalam memutus dispensasi kawin, penguatan Puspaga, penguatan lembaga sampai tingkat desa, penguatan forum anak PIK remaja, edukasi calon pengantin melalui Kemenag demi ketahanan keluarga.

"Penurunan tersebut cukup signifikan, dimana perempuan masih sangat mendominasi, seperti data tahun 2021 dari 479 perkawinan, perempuan sebanyak 435 dan laki laki sebanyak 44 orang," katanya dalam acara Pemantauan Situasi Perkawinan Anak dan Pemetaan Kebutuhan Layanan Pencegahan Perkawinan Anak di Ruang Rapat Mangoenkoesoemo Setda Wonosobo, Kamis (13/01/2022).

Perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal. Perkawinan usia anak hanya menimbulkan kebahagiaan sesaat dan justru akan berpotensi menjadi bibit kemiskinan. Mencegahnya adalah sebuah langkah menyelamatkan nasib kesejahteraan bangsa ke depan. 

"Latar belakang perkawinan usia anak cukup kompleks, dapat dipengaruhi faktor pendidikan, ekonomi, budaya dan bahkan terdapat motif menambah kekayaan keluarga. Oleh karena itu Wonosobo mengedepankan strategi kolaborasi berbagai pihak untuk mengendalikan perkawinan usia anak," bebernya.

Sementara itu, Direktur Keluarga, Perempuan, Anak, Pemuda dan Olahraga, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Woro Srihastusti Sulistyaningrum pada kesempatan itu menyampaikan, bahwa angka perkawinan anak dari 2019 ke 2020 mengalami penurunan secara nasional, namun dibeberapa daerah masih terdapat peningkatan perkawinan anak. Ia menyampaikan di Jawa Tengah terdapat penurunan namun tidak signifikan yaitu dari 10,19 persen menjadi 10,05 persen.

"Melalui strategi nasional (Stranas) pencegahan perkawinan anak (PPA) diharapkan akan menyatukan visi misi, menguatkan sinergi dan memonitoring serta mengevaluasi secara berkelanjutan," ungkapnya.