Deteksi Dini Stunting, Pemkab Wonosobo Gelar Pendataan Keluarga 2021
Sosial

Deteksi Dini Stunting, Pemkab Wonosobo Gelar Pendataan Keluarga 2021

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) melaksanakan pendataan keluarga tahun 2021. Hal itu dilakukan untuk mengetahui persebaran stunting di wilayah Wonosobo, sehingga sebagai leading sektor penanganan stunting bisa memberikan program tepat sasaran bagi balita stunting.

Stunting merupakan gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi selama periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan anak. Menurut data survei BKKBN tahun 2019, ada sekitar 30 persen balita di Indonesia mengalami stunting.

Plt. Kepala Dinas PPKBPPPA Kabupaten Wonosobo, Dyah Retno Sulistyowati mengungkapkan, melalui pendataan keluarga ini akan dihasilkan peta sasaran program pembangunan keluarga, kependudukan, keluarga berencana, data persebaran stunting dan program pembangunan lain.

Selain itu, juga menjadi penentu program dukungan sesuai keluarga dan kewilayahan, Pengukur Indikator Kinerja Utama (IKU) sasaran strategis Program Banggakencana, seperti Total Fertility Rate (TFR), prevelensi pemakaian kontrasepsi, Age Specific Fertiliti Rate kelompok umur perempuan 15-19 tahun, Median Usia Kawin Pertama (MUKP), Laju Pertambahan Penduduk (LPP) dan Indeks Pembagunan Keluarga.

"Pendataan Keluarga tahun 2021 rencananya akan dimulai pada tanggal 1 April sampai 31 Mei 2021 dan melibatkan penyuluh keluarga berencana dan petugas lapangan keluarga berencana melalui kader-kader pendata terlatih," ungkapnya, Rabu (31/03/2021).

Pendataan yang dilakukan 5 tahun sekali sejak tahun 2015 ini, katanya, menggunakan dua metode yaitu metode Paper Based (formulir pendataan) dan smartphone (pendataan on line), dengan wawancara langsung dan observasi atau pengamatan melalui kunjungan keluarga rumah ke rumah. 

"Wawancara dilakukan kepada kepala keluarga dan atau isteri yang mengetahui karakteristik seluruh anggota keluarga, kecuali pada blok Keluarga Berencana harus ditanyakan pada wanita usia subur 15-49 tahun. Harapannya data lebih valid karena langsung tersimpan di database PK pusat dan mengurangi kesalahan pendataan," jelasnya.

Lebih lanjut, pendataan penduduk menghasilkan data mikro yang terperinci karena berbasis keluarga. Selain itu, data primer mutakhir karena setiap saat dapat di update. Segmentasi sasaran fokus karena dapat dibuat peta keluarga, sehingga sasaran lebih cermat. Selain itu juga mendapatkan data masyarakat, karena pendataan keluarga dikumpulkan dari, oleh dan untuk masyarakat.

Selanjutnya, katanya, akan mendapatkan kondisi riil, karena data dikumpulkan dan dimutahirkan oleh masyarakat yang tahu persis keadaan atau kondisi wilayahnya. Protokol Kesehatan, menurutnya, juga menjadi perhatian penting dalam pelaksanaan Pendataan Keluarga tahun ini.

"Pasti protokol kesehatan adalah prioritas dalam pelaksanaan PK 2021 agar tidak menjadi kluster baru Covid 19," Ungkap Dyah.

Pelatihan bagi team teaching sampai dengan kader pendata juga sudah dilakukan untuk menciptakan profesionalitas pendata dalam mencari data kepada keluarga guna mendapatkan data yang valid dari keluarga. Untuk itu semua keluarga di Wonosobo diharapkan ikut mensukseskan Pendataan Keluarga tahun ini dengan memberikan data yang jujur kepada kader pendata, sehingga data yang didapat menjadi valid.