Peduli Penerapan Prokes, Pakulinan Bagikan Ribuan Masker
Peristiwa

Peduli Penerapan Prokes, Pakulinan Bagikan Ribuan Masker

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Ratusan masker dibagikan secara gratis oleh Paguyuban Pedagang Kuliner Alun-Alun (Pakulinan) Wonosobo kepada para pengunjung Pedagang Kali Lima (PKL) di depan komplek Masjid Agung Jami' Wonosobo, Minggu (28/02/2021).

Ketua Pakulinan, Eko Efendi mengatakan, pembagian masker gratis kepada para pengunjung PKL merupakan bukti kepedulian pedagang terhadap penerapan protokol kesehatan (prokes) selama pandemi global Covid-19 masih berlangsung.

"Selain membagi masker gratis, kami juga memberikan fasilitas cuci tangan menggunakan cairan hand sanitazer pada para pengunjung PKL. Tujuannya agar pedagang dan pembeli terhindar dari penularan dan penyebaran virus Corona," katanya.

Sejak ada pandemi Covid-19, menurutnya, para PKL sudah menerapkan prokes secara ketat. Pedagang selalu mengenakan masker saat berjualan dan menyiapkan tempat cuci tangan di lapak masing-masing. 

"Pemberian masker dan cairan hand sanitazer ini sudah untuk yang kedua kali. Pertama pada pekan lalu dan dilanjutkan pada hari ini. Semua pengunjung yang tidak menggunakan masker dihentikan untuk diberi masker," ungkapnya.

Sementara itu, Pembina Pakulinan Wonosobo, Nurodin menambahkan, pada tahap pertama masker yang dibagi secara gratis ada 500 lembar. Saat ini ditambah menjadi 1.500 masker. Jadi keseluruhan sudah mencapai 2000 masker.

"Lokasi PKL itu kan termasuk ruang publik. Banyak terjadi interaksi antara penjual dan pembeli. Setiap hari pengunjung yang datang juga cukup banyak. Sehingga rawan terjadi penularan dan penyebaran penyakit Covid-19," bebernya.

Menurutnya, pembagian masker gratis ini merupakan ikhtiar Pakulinan membantu pemerintah dalam ikut mengendalikan kasus virus Corona di Wonosobo. Diharapkan ke depan penyebaran dan penularan penyakit Covid-19 bisa terus menurun.

"Saya minta Pemkab Wonosobo juga bisa memfasilitasi pemberian vaksin Covid-19 gratis kepada para pelaku PKL. Karena mereka termasuk pelayan publik di tempat umum yang layak mendapatkan perhatian pemerintah," pungkasnya.