ODR Virus Corona Capai 2.086 Orang, ASN Pemerintah Bekerja dari Rumah
Peristiwa

ODR Virus Corona Capai 2.086 Orang, ASN Pemerintah Bekerja dari Rumah

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Jumlah orang dalam resiko (ODR) virus Corona di Kabupaten Wonosobo terus bertambah. Dari sehari sebelumnya berjumlah 1.409 orang menjadi sebanyak 2.086 pada Selasa (24/03/2020).

Berselang satu hari terjadi peningkatan 677 ODR. Data tersebut berdasarkan perkembangan pencegahan dan penanganan darurat covid-19 sampai Selasa (24/03) pukul 08.00 WIB ini, kata Ketua Gugus Tugas Penanganan Darurat Covid-19 Pemkab Wonosobo, One Andang Wardoyo.

Menurutnya, jumlah ODR virus corona tersebut berdasarkan riwayat perjalanan orang dari negara atau wilayah yang terjangkit. Sedang ODR yang tanpa gejala ada 1.557 orang, juga meningkat karena sehari sebelumnya hanya 1.035 orang. 

Adapun orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 407 orang, sebelumnya 286 orang. ODP diperiksa dan dipantau Puskesmas 324 orang, sebelumnya cuma 215. ODP diperiksa di Puskesmas dan dinyatakan sehat setelah 14 hari pemantauan ada 114 orang yang sebelumnya ada 84 orang, terangnya.

Ditambahkan pria yang juga menjabat Sekda Wonosobo itu, ODP diperiksa di rumah sakit berjumlah 83 orang, sehari lalu ada 71 orang. ODP dirawat inap di rumah sakit aa 32 orang, sebelumnya hanya 29 orang. ODP di Wonosobo berdasarkan perkembangan yang ada juga selalu mengalami peningkatan.

Sementara itu, ODP yang dirawat inap di RSUD Soetjonegoro mencapai 18 orang, diperbolehkan pulang karena sudah sembuh 16 orang. ODP dirawat di RSI 13 orang, diperbolehkan pulang dan sembuh 12 orang. ODP dirawat di RS PKU Muhammadiyah 2 orang dan diperbolehkan pulang atau sembuh 2 orang. Sementara untuk pasien dalam pengawasan (PDP) dan dirawat di rumah sakit sejumlah 3 orang dan diperbolehkan pulang karena sembuh 2 orang, bebernya.

Sementara itu, dalam kaitannya dengan penanganan dan penaggulangan wabah yang telah menghantui dunia selama 4 bulan terakhir tersebut, ia mengaku telah mengeluarkan edaran untuk para ASN agar memulai era bekerja di rumah (Work From Home).

Menurut Sekda, keputusan tersebut diambil sebagai tindak lanjut dari edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 9 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Negara Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran COVID 19 Di Lingkungan Instansi Pemerintah.

Para ASN di lingkup Pemkab Wonosobo, menurut Andang tidak akan sepenuhnya bekerja dari rumah, karena akan dibagi dalam sistem shift sesuai dengan kebijakan OPD masing-masing.

Sebagai contoh apabila pada hari itu Kepala Dinas kerja dari rumah, maka Sekretaris Dinas akan berada di kantor, dan sebaliknya, terangnya.

Bagi para staf pelaksana maupun pejabat di eselon III maupun IV, jadwal kerja disebut Andang juga menyesuaikan dengan tanpa mengurangi hak publik untuk mendapatkan pelayanan.