Banjir Bandang di Reco, Satu Pengendara Motor Hilang Terseret
Peristiwa

Banjir Bandang di Reco, Satu Pengendara Motor Hilang Terseret

Kertek,(wonosobo.sorot.co)--Satu orang pengendara sepeda motor yang belum diketahui identitasnya hilang setelah terseret banjir bandang saat melintas di Jalan Raya Kertek-Parakan tepatnya di depan Balai Desa Reco, Kecamatan Kertek, Senin (23/03/2020). Banjir bandang tersebut disebabkan meluapnya Sungai Beji, Desa Reco yang berada di bawah jembatan jalan tersebut setelah diguyur hujan.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa hanyutnya pengendara sepeda motor bermula pada saat wilayah tersebut diguyur hujan selama dua jam. Akibatnya Sungai Beji, Desa Reco meluap dan menyebabkan terjadinya banjir bandang di jalan nasional tersebut yang berlangsung selama sekira 15 menit.

Sungai yang berada di bawah jembatan meluap padahal ketinggian dari jembatan sekitar 10 meter. Luapan sungai menyeret satu pengendara sepeda motor yang sedang melintas sekitar pukul 14.15 WIB, kata Kepala BPBD Wonosobo, Zulfa Akhsan Alim Kurniawan, Senin (23/03/2020).

Terseretnya satu pengendara motor tersebut, bermula pada saat saksi mata bernama Sukiyanto (48) warga Kledung, Temanggung sedang melintas dari arah Kertek menuju Parakan dengan sepeda motornya. Sesampainya dilokasi kejadian ia melihat korban sedang dalam posisi terjatuh sambil mempertahankan motornya yang terbawa arus banjir bandang. 

Seketika itu saksi tersebut turun dari motor dan langsung menolong korban tersebut. Ia pegang tangan korban tersebut sambil berteriak minta tolong pada pengendara yang lain. Karena posisi korban sudah tampak sulit untuk berdiri,” bebernya.

Kemudian, katanya, datang dua orang yang keluar dari kantor Desa Reco dan berusaha membantunya. Namun karena kuatnya luapan arus sungai tersebut, membuat ia tidak kuat menolong korban. Akibatnya, korban terbawa luapan arus sungai tersebut dan terjatuh ke dalam jurang dengan ketinggian sekitar 15 meter yang bawahnya merupakan Sungai Beji Desa Reco yang kondisi arusnya sangat deras.

Kejadiannya begitu cepat. Sehingga belum sampai datang penyelamat, korban yang juga belum diketahui identitasnya tersebut sudah terbawa arus hingga kesungai. Posisi masih hujan deras,” jelasnya.

Setelah hujan mulai reda dan banjir mulai mengecil, petugas gabungan yang terdiri dari BPBD, tim SAR, relawan, dan petugas kepolisian terus mencari korban yang hanyut. Namun karena sungai yang masih begitu deras, jadi belum memungkinkan petugas untuk menyisir kawasan sungai.

Karena waktu sudah malam dan aliran sungai masih besar maka pencarian diputuskan dilanjutkan besok pagi,” pungkasnya.