Penertiban Kanopi di Depan Gazebo Mandala Wisata Sesuai Aturan
Peristiwa

Penertiban Kanopi di Depan Gazebo Mandala Wisata Sesuai Aturan

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Wonosobo menegaskan bahwa penertiban bangunan kanopi yang didirikan oleh pedagang kuliner di depan gazebo-gazebo di kawasan Mandala Wisata sudah sesuai aturan. Selain itu, penertiban tersebut juga sudah berkoordinasi dengan para pedagang.

Plt. Kepala Disparbud Wonosobo, Haryono mengatakan, Gazebo yang ada di kawasan Mandala Wisata tersebut, saat ini ditempati oleh 18 orang pedagang kuliner. Dimana tanah dan bangunan gazebo tersebut merupakan aset milik Pemkab Wonosobo yang didirikan pada tahun 2018 untuk acara festival kuliner di tahun tersebut.

Dengan tujuan untuk meramaikan kawasan Mandala Wisata, kemudian para pedagang kuliner tetap diijinkan untuk berjualan secara cuma-cuma alias gratis. Terlebih pasCa kejadian angin puting beliung pada Jumat (14/02) lalu, kami masih menunda untuk memberlakukan sewa pemanfaatan aset Pemkab dengan mempertimbangkan sisi manusiawi, katanya, Sabtu (23/03/2020).

Lebih lanjut, dalam rapat perdana pada Rabu (26/02) lalu, Disparbud menegaskan bahwa pedagang tidak diizinkan mendirikan bangunan baik permanen maupun non-permanen di lokasi tersebut. Itu selaras dengan hasil rapat koordinasi perangkat daerah terkait dalam rangka penyusunan master plan penataan Mandala Wisata secara keseluruhan. Sedangkan untuk peneduh pengunjung di depan gazebo, pedagang bisa menggunakan payung-payung lebar dengan tempat duduk. 

Pendirian kanopi oleh pedagang kuliner di kawasan Mandala Wisata tersebut dinilai telah melanggar ketentuan Perda Kabupaten Wonosobo Nomer 2 Tahun 2016 tentang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat, ungkapnya.

Sosialisasi lebih lanjut, katanya, sudah dilakukan melalui surat himbauan dan larangan mendirikan bangunan yang sudah disampaikan ke para pedagang pada tanggal 11 Maret lalu. Pihaknya juga melakukan pengecekan lapangan pada Selasa (17/03) dan klarifikasi kepada pedagang pada Rabu (18/03).

Pihaknya, katanya, juga sudah memberi waktu kepada para pedagang agar dalam 2x24 jam terhitung sejak rapat klarifikasi atau sampai Jumat (20/03) pukul 08.00 WIB, pedagang harus sudah membongkar sendiri kanopi-kanopi tersebut. Jika belum, maka Satpol PP akan melakukan pembongkaran atau penertiban.

Seluruh pedagang menyatakan siap dan menerima bersama dengan adanya surat pemberitahuan pembongkaran tersebut. Akhirnya, seluruh pedagang sudah membongkar secara mandiri kanopi, kecuali 1 satu orang oknum maka kemudian Satpol PP melangkah melakukan penertiban dengan membongkarnya, pungkasnya.