Dinas Pendidikan Bakal Menarik Buku Ajar SD Sebut NU Radikal
Pendidikan

Dinas Pendidikan Bakal Menarik Buku Ajar SD Sebut NU Radikal

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Wonosobo bakal menarik buku panduan ajar bagi siswa sekolah dasar (SD) yang menyebut bahwa organisasi Nahdlatul Ulama (NU) adalah organisasi radikal. Pasalnya buku tersebut diduga telah menyebar di sekolah-sekolah di Wonosobo.

Pada saat dikonfirmasi, Kepala Disdikpora Kabupaten Wonosobo, Sigit Sukarsana mengungkapkan, pihaknya tidak mengetahui secara pasti penyebaran buku tersebut di wilayah Wonosobo. Pasalnya, biasanya buku ajar dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia tidak didistribusikan melalui Disdikpora terlebih dahulu.

"Saya tidak tahu pastinya di Wonosobo sudah menyebar atau tidak, tapi kalau ada harus segera ditarik," katanya, Minggu (10/02/2019).

Lebih lanjut dikatakannya, biasanya memang distribusi buku langsung ke lembaga pendidikan terkait, sehingga pihaknya juga mengaku tak tahu menahu. Namun, apabila tedapat suatu masalah, maka tanggung jawab akan menjadi kewenangan dinas pendidikan di daerah. 

"Saya melihat di televisi dan berita-berita kata Pak Menteri buku tersebut harus ditarik. Kami di daerah tentu akan mematuhi untuk mengintruksikan sekolah-sekolah yang sudah mendapatkan agar ditarik," ujarnya.

Ia menambahkan, setelah melakukan pengecekan di lapangan, buku tersebut telah dipesan oleh masing-masing sekolah pada tahun 2018. Namun, karena datangnya buku terlambat, maka baru diajarkan di tahun 2019. Buku tersebut berjudul 'Peristiwa dalam Kehidupan, Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 untuk Kelas V.

"Tadi sudah dicek di beberapa sekolah dan mau kita tarik buku itu sesuai intruksi Pak Menteri," pungkasnya.

Sekedar diketahui, dalam buku ajar tersebut terdapat diksi Nahdtatul Ulama digolongkan sebagai organisasi radikal menentang penjajah Belanda pada masa kemerdekaan. Posisi NU bersandingan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI), Perhimpunan Indonesia (PI), dan Partai Nasional Indonesia (PNI) sebagai organisasi penentang penjajah.