Pembangunan Pasar Induk Harus Dipercepat
Ekonomi

Pembangunan Pasar Induk Harus Dipercepat

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Menindaklanjuti kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terkait anggaran pembangunan Pasar Induk Wonosobo pada Desember lalu, pembangunan pasar harus bisa dimulai pada April mendatang. Pasalnya proses pembangunan yang hanya menggunakan tahun tunggal ini dikhawatirkan tidak akan selesai jika tidak dipercepat.

Kepala Bagian Pengendalian Pembangunan (Kabag Dalbang) Pemkab Wonosobo, Singgih Kuntjoro mengungkapkan, proses pembangunan pasar yang disetujui antara Pemkab dan DPRD yang hanya menggunakan anggaran tahun tunggal harus segera dilaksanakan. Dengan proyeksi anggaran yang telah di ketuk sebesar Rp 125 miliar, pembangunan pasar harus dilaksanakan bulan April 2019.

"Mengingat dorongan dari masyarakat yang terus menguat, maka proses pembangunan harus bisa dipercepat. Karena kita masih mengkhawatirkan dengan anggaran segitu bisa selesai atau tidak," katanya, Kamis (07/02/2019).

Dijelaskannya, bahwa pemkab sendiri meminta kepada DPRD untuk pembangunan pasar bisa kembali menggunakan anggaran tahun jamak atau multiyears. Namun pihak DPRD tidak menyetujuinya, sehingga kesepakatan pembangunan pasar menggunakan tahun tunggal. 

"Mungkin karena regulasinya yang kurang, akhirnya tidak disetujui. Tapi apapun itu, pihak DPRD pasti mempunyai dasar sendiri dalam menentukan kebijakan soal pembangunan pasar ini," jelasnya.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Pemkab saat ini masih menunggu segala kesiapan administrasi yang masih perlu diselesaikan, sehingga mereka bisa masuk pada tahap pelelangan.

"Nah diproses pelelangan ini yang saya tidak tahu. Soal kelengkapan administrasinya bagaimana, ada yang daftar atau tidak. Kalau misal kelengkapanya masih kurang ya akan melakukan retender terus," jelasnya.

Jika dalam proses pelelangan ini bisa berjalan dengan lancar, maka akhir maret atau awal april pembangunan pasar bisa segera dimulai. Mengingat kontraktor hanya menyisakan waktu delapan bulan dalam melakukan pembangunan pasar.

"Harapanya jika tidak selesai dalam delapan bulan itu, tahun depan tinggal melanjutkannya saja dengan pihak ketiga, dan dengan anggaran yang sudah ada,"  jelasnya.

Singgih mengkhawatirkan jika pembangunan pasar pada 25 Desember mendatang tidak bisa terselesaikan kembali, maka di tahun 2020 mereka akan melakukan proses pelelangan ulang. Karena itu merupakan resiko dari penganggaran dengan menggunakan tahun tunggal.