Dilarang Sementara, Ojek Online Hanya Diperbolehkan Antar Makanan dan Barang
Peristiwa

Dilarang Sementara, Ojek Online Hanya Diperbolehkan Antar Makanan dan Barang

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Operasional ojek online resmi dilarang sementara untuk mengangkut orang sampai dengan diterbitkannya ketentuan dari pemerintah yang mengatur mengenai angkutan ojek berbasis online. Larangan sementara tersebut tertuang dalam surat edaran Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Wonosobo yang berlaku sejak tanggal 4 Januari 2019.

Kepala Disperkimhub Kabupaten Wonosobo, Bagyo Sarastono mengungkapkan, melalui surat ederan yang dibuat dengan Nomor : 551.2/0011/I/2019 tertanggal 4 Januari 2019, ojek online dilarang beroperasi mengangkut orang untuk sementara. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Wonosobo akan melakukan kajian dan pembahasan untuk menentukan kebijakan yang dapat diterima oleh semua pihak.

Dasar regulasi untuk pembuatan surat edaran tersebut, lanjutnya, pihaknya mengacu pada Undang-Undang Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Undang-Undang Nomor23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 118/2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus, Surat Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor : Aj.206/1/1/DRJD/2017. Kemudian di tingkat kabupaten terdapat Surat Edaran Bupati Wonosobo Nomor : 55/01/X/2018 dan hasil rapat Bupati bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) tanggal 3 Januari 2019.

Intinya dalam kesempatan ini ingin kami tegaskan, karena sepeda motor belum ada regulasi yang jelas, untuk tetap menjaga situasi kamtibmas yang kondusif, angkutan penumpang menggunakan sepeda motor berbasis online dilarang sementara, katanya, Rabu (09/01/2019).

Sementara itu, mengenai angkutan online untuk pelayanan pemesanan makanan atau membawa muatan barang, pihaknya tidak mempermasalahkan karena hal itu tidak bertentangan dengan transportasi angkutan umum. Untuk angkutan mobil berbasil aplikasi, menurutnya, tidak ada masalah terkait keberadaan di Wonosobo karena sudah ada aturannya. Hanya saja sebelum beroperasi harus ada izinnya terlebih dahulu. 

Dalam surat edaran ini kami tegaskan angkutan sepeda motor berbasis online yang kami larang sementara. Untuk angkutan barang kami tidak bisa melarang, karena banyak rumah makan ataupun usaha lain juga memanfaatkan jasa antar barang atau produk, jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, terkait aturan ojek online tersebut, pihaknya tidak menerapkan sanksi apapun bagi yang melanggarnya, karena dalam surat edaran pemerintah pusat tidak diperbolehkan memberikan sanksi dalam setiap kebijakan menyangkut pengaturan sepeda motor sebagai angkutan umum.

Kami tidak bisa menerapkan sanksi. Ya hanya imbauan-imbauan saja agar semua elemen terkait tetap menjaga situasi kamtibmas Kabupaten Wonosobo agar tetap aman dan kondusif, pungkasnya.