Sakit, TKI Asal Ngadisalam Meninggal Dunia di Arab Saudi
Peristiwa

Sakit, TKI Asal Ngadisalam Meninggal Dunia di Arab Saudi

Sapuran,(wonosobo.sorot.co)--Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Ngadisalam, Kecamatan Sapuran, Suratno (53) meninggal dunia di Arab Saudi karena sakit. Walaupun sempat meminta izin untuk pulang ke Indonesia, namun ia yang sudah bekerja 9 tahun di Arab Saudi tersebut, tidak diperbolehkan pulang karena kondisi fisiknya yang tidak memungkinkan.

Sebelum meninggal, sekitar 2 bulan sebelumnya dia sudah minta ijin pulang karena sakit. Namun karena kondisinya tidak memungkinkan, ia tidak mendapat ijin dari pihak Imigrasi Arab Saudi. Akhirnya ia dibawa kerumah sakit oleh majikannya dan dirawat terlebih dahulu di Arab, kata Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), Maiyidah Salas, Senin (07/01/2019).

Setelah beberapa hari dirawat, Suratno kemudian meninggal dunia. Hal tersebut dikhawatirkan oleh Salas, sebab di sana biasanya banyak terjadi pemalsuan data. Kekhawatiran tersebut muncul lantaran pasca meninggal, jenazah tidak langsung dibawa pulang. Tetapi masih harus menunggu kelengkapan dokumen selama 50 hari terlebih dahulu. 

Ini kan menimbulkan banyak pertanyaan. Namun dari pihak Imigrasi Arab Saudi menjelaskan bahwa proses penahanan jenazah ini karena harus menunggu dokumen secara lengkap terlebih dahulu. Baru bisa pulang, ujarnya.

Dia melanjutkan, Sunarto diketahui meninggal karena memang menderita penyakit. Namun saat dikonfirmasi soal penyakitnya ini, pihaknya mengaku belum mengetahui secara pasti terkait penyakit yang diderita Sunarto.

Dengan kepulangan jenazahnya ini, sebenarnya kami ingin membuktikan soal kebenaran meninggalnya Sunarto karena sakit. Namun memang tidak ada tanda-tanda kekerasan dan keluarga juga sudah menerimanya. Jenazah kemudian diserahkan untuk dilakukan pamakaman, pungkasnya.

Sementara itu, salah satu anak Alm. Sunarto, Sintang Sibyanto mengakui jika dirinya sempat mendapat kabar bahwa ayahnya beberapa waktu lalu sakit di Arab Saudi. Namun, ketika akan pulang, bapaknya tersebut tidak mendapatkan izin dan harus dirawat di Arab Saudi. Jenazah Suratno tiba di Indonesia pada Minggu (06/01) dan dimakamkan di pemakaman desa setempat, Senin sore.

Saya mendapat kabar kalau bapak sakit sudah cukup lama dan tidak diperbolehkan pulang. Setelah itu akhirnya meninggal dunia, namun kok sempat tertahan dan baru bisa dipulangkan sekarang, tandasnya.