Tutup Jalan Karena Merasa Dipermainkan, Cakades Ingin Beri Pelajaran kepada Warga
Peristiwa

Tutup Jalan Karena Merasa Dipermainkan, Cakades Ingin Beri Pelajaran kepada Warga

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Calon Kepala Kades (Cakades) Rejosari Kalikajar nomor urut 1, Soim mengaku menutup jalan penghubung Dusun Bakulan, Desa Rejosari, Kecamatan Kalikajar dengan Dusun Ponggoyudhan, Desa Sindupaten, Kecamatan Kertek tersebut karena untuk memberikan pelajaran kepada warga. Penutupan jalan tersebut merupakan buntut kekalahannya di Pilkades serentak 12 desember 2018 lalu.

Tanah yang ditutup itu milik bapak saya, tim sukses yang menutupnya. Kami lakukan itu karena sedang mengajari masyarakat untuk berlomba-lomba berbuat baik. Saya ingin mengajak masyarakat untuk konsisten, agar dampaknya tidak seperti ini, katanya, Minggu (06/01/2019).

Ia mengatakan, penutupan jalan alternatif dua kecamatan tersebut, bukan merupakan kesalahan dia. Pasalnya tanah tersebut milik bapaknya. Setelah melihat jumlah perolehan suara yang tidak sesuai perjanjian dengan warga, maka jalan tersebut kemudian di tutup oleh tim sukses seizin bapaknya selaku pemilik tanah. 

Bapak saya tidak terima anaknya dipermainkan. Pilkades tersebut penuh kecurangan, ini bukan soal kalah menang, ujarnya.

Dia mengakui penutupan dilakukan karena ingin memberikan pelajaran kepada masyarakat Rejosari untuk bersikap konsisten dalam Pilkades sehingga menghasilkan pemimpin yang baik dan konsisten pula. Akan tetapi sikap warga Rejosari ternyata tidak seperti yang diharapkan.

Keluarga kami merasa perbuatan baik dengan menginzinkan warga Rejosari melalui tanah kami, rupanya tidak mendapatkan balasan yang baik, justru sebaliknya. Ada kesan warga mempermainkan saya, bebernya.

Sementar itu, menurutnya, selama proses Pilkades tersebut, dia juga merasa dicurangi oleh salah satu calon yang dianggap menyalahi sejumlah kesepakatan bersama antar calon.  Hal itu terkait dengan tindakan politik uang saat masa tenang, serta mobilisasi menggunakan angkutan menuju TPS.

Sesuai kesepakatan masa tenang harus dihormati oleh semua calon, termasuk larangan mobilisasi menggunakan angkutan ke TPS. Itu kan dilarang, tapi nyata itu terjadi dan pihak panitia serta Muspika diam saja, tidak ada tindak lanjut, bebernya.

Berkaitan dengan penutupan jalan itu, Soim menganggap dirinya dan tim sukses tidak bersalah, karena itu jalan di tanah milik pribadi. Jalan yang ada sebelumnya sudah hilang ditelan banjir. Keberadaan jalan yang ada sekarang murni kebaikan bapaknya yang merelakan tanahnya untuk dilalui warga.

Saya tidak bisa memastikan kapan jalan itu akan dibuka, tapi niat saya ingin memberikan pelajaran bersama. Mari buka hati, warga jangan bersikap sewenang-wenang dalam Pilkades, kita lebih bangga warga berani bersikap jujur dan konsisten, ungkapnya.

Sementara itu, Plt. Camat Kalikajar, Tarjo menyebutkan, penutupan akses jalan warga Rejosari, Kalikajar menuju Desa Sindupaten, Kertek memang dampak dari  Pilkades 2018 di bulan Desember lalu. Pihak Muspika, katanya, sudah merespon persoalan tersebut. Pihaknya mengaku tidak tinggal diam, Pemerintah Kecamatan Kalikajar bersama unsur terkait sedang merumuskan langkah-langkah tertentu agar persoalan itu bisa segera diatasi.

Sudah kita respon persoalan tersebut, kita dorong ada  musyawarah secara kekeluargaan dulu di desa, ujar dia.