Kalah di Pilkades, Calon Kades Tutup Akses Jalan Penghubung Dua Kecamatan
Peristiwa

Kalah di Pilkades, Calon Kades Tutup Akses Jalan Penghubung Dua Kecamatan

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Salah seorang calon kepala desa (Cakades) Rejosari, Kecamatan Kalikajar yang kalah pada Pilkades serentak, nekat menutup akses jalan alternatif penghubung 2 kecamatan. Ia menutup jalan penghubung Kecamatan Kalikajar-Kertek tersebut, lantaran merasa kecewa dengan warga.

Kepala Dusun (Kadus) Bakulan, Desa Rejosari, Cahyo Edi mengatakan, kejadian penutupan jalan tersebut bermula dari indikasi kekecewaan salah satu calon Kades yang kalah pemilihan kepala desa pada 12 Desember 2018 lalu. Akibat ditutupnya akses jalan penghubung itu, aktivitas warga di bidang ekonomi, pendidikan maupun sosial terganggu. 

"Karena merasa ditipu oleh warga, pasca pemilihan selesai dan calon dengan nomor urut satu ini kalah, kemudian sorenya jalan itu langsung dipatok dengan bambu, sehingga kendaraan bermotor tidak bisa lewat," katanya, Kamis (03/01/2019).

Meskipun itu adalah jalan alternatif. Namun, katanya, dari jalan yang ditutup itu sejak dulu memang menjadi akses utama warga di dua kecamatan berbeda, yaitu antara Desa Rejosari kecamatan Kalikajar dan Desa Sindupaten, Kecamatan Kertek. Dari pihak desa, lanjutnya, tidak bisa berbuat lebih karena memang jalan tersebut masih berada di lahan milik salah satu calon yang kalah atau masih menjadi milik pribadi Cakades yang kalah. 

"Jalan itu ditutup setelah perhitungan Pilkades selesai dan mengetahui bahwa dirinya kalah. Sore hari kemudian jalan dilubangi dan dipatok menggunakan bambu. Baru sekitar seminggu ini, jalan itu ditutup total dengan dipasang batako sehingga orangpun sekarang sudah tidak bisa lewat," ungkapnya.

Untuk saat ini, menurutnya, bagi warga yang mau ke Sindupaten maupun sebaliknya harus berjalan memutar. Akibatnya harus memakan waktu sekitar 45 menit perjalanan jika menggunakan kendaraan roda dua, padahal sebelumnya hanya membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit.

"Banyak warga yang memanfaatkan jalan penghubung tersebut untuk tujuan ekonomi, pendidikan dan sosial. Karena banyak orang yang mau menjual sayur ke Pasar Kertek lewat situ, untuk sekedar pengajian atau melayat, bahkan anak sekolah juga ada yang lewat sana," bebernya.

Cahyo berharap, permasalahan penutupan jalan ini bisa segera selesai sehingga akses warga untuk beraktivitas bisa lancar kembali. Karena hingga saat ini, belum bisa diketahui kapan jalan tersebut akan dibuka kembali.

"Kabarnya jalan tersebut akan dibuka kembali, setelah proses hukum atas pelaporan kecurangan saat pemilihan itu selesai terlebih dahulu," tandasnya.