Tak Diakomodir Dalam Pendaftaran CPNS, Ratusan Guru Honorer Surati Presiden
Pemerintahan

Tak Diakomodir Dalam Pendaftaran CPNS, Ratusan Guru Honorer Surati Presiden

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Terbitnya Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Nomor 36 tahun 2018, tentang kriteria penetapan kebutuhan PNS dan pelaksanaan seleksi CPNS tahun 2018 menjadi polemik di berbagai daerah termasuk di Wonosobo.

Menurut Wakil Ketua Forum Tenaga Honorer K2 Kabupaten Wonosobo, Zaenal Arifin, Peraturan Menteri terkait rekrutment CPNS 2018 dianggap tidak berpihak pada guru honorer K2. Menurut dia, dalam Permen tersebut jelas-jelas telah mendiskriminasi nasib para guru honorer K2.

"Persyaratan CPNS bagi K2 yang di bawah umur 35 sangat tidak manusiawi. Seharusnya jangan ada pemisahan dan batasan usia bagi kami honorer K2. Sebab, kami sudah puluhan tahun mengabdi untuk mendidik generasi bangsa," ucapnya, Jumat (21/09/2018).

Menurut Zaenal, rata-rata tenaga honorer di Wonosobo sudah mengabdikan diri selama 14 tahun. Namun jika ada pembatasan usia, maka para tenaga honorer yang berusia 35 tahun tidak memiliki kesempatan untuk mengikuti seleksi CPNS. Sehingga, lanjutnya, pengabdian para tenaga guru honorer selama belasan tahun tidak ada penghargaan dari pemerintah. 

"Kalau ada batasan usia 35 tahun untuk mendaftar PNS, berarti tidak ada penghargaan bagi para tenaga guru honorer yang sudah berjuang belasan tahun," ujarnya.

Pihaknya meminta kepada Pemerintah Pusat untuk membuat kebijakan yang berpihak dengan para tenaga honorer, khusunya yang sudah berusia di atas 35 tahun. Ia bersama ratusan tenaga honorer lainnya melayangkan surat kepada Presiden Republik Indonesia, dengan harapan para tenaga honorer diberikan solusi.

"Sebanyak 781 tenaga honorer sudah melayangkan surat kepada Presiden agar bisa mengangkat para tenaga guru honorer menjadi PNS atau paling tidak memberikan payung hukum yang berpihak kepada kami," pungkasnya.