Karaoke Ditutup Pemerintah, Aspara Minta Solusi
Hukum & Kriminal

Karaoke Ditutup Pemerintah, Aspara Minta Solusi

Wonosobo, (wonosobo.sorot.co)--Para pengusaha karaoke yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Karaoke (Aspara) Wonosobo meminta kepada Bupati Wonosobo untuk mengundang seluruh elemen terkait untuk mencari jalan keluar terbaik paska penutupan tempat hiburan karaoke. Pasalnya selama ini pihak Aspara merasa tidak diikutsertakan dalam membicarakan Perda Nomor 3 Tahun 2017 Tentang Penyelenggara Usaha Hiburan.

Ketua Tim Kuasa Hukum Asosiasi Pengusaha Karaoke (Aspara) Wonosobo, Theodorus Yosep Parera mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat permohonan kepada Bupati Wonosobo untuk mengundang para pengusaha karaoke bersama institusi pemerintahan terkait, intansi agama terkait, serta organisasi-organisasi masyarakat terkait, untuk mencari jalan keluar terbaik mengenai penegakan hukum tentang hiburan karaoke yang lebih manusiawi.

"Apa yang dilakukan bupati untuk menutup tempat-tempat usaha karaoke yang tidak berizin, secara hukum memang benar. Karena memang sudah ada dasar dan payung hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) No 3/2017 tentang Penyelenggaraan Usaha Hiburan di Kabupaten Wonosobo. Namun yang kami merasa tidak pernah diajak dalam proses pembuatan Perda tersebut, tahu-tahu langsung diterapkan," kata Theodorus Yosep Parera, Selasa (18/09/2018).

Walaupun sudah ada payung hukum dalam penutupan tempat karaoke tidak berizin, namun menurutnya secara moral dan etika, langkah bupati langsung menutup tempat usaha karaoke tidak tepat dan tidak pantas, karena usaha karaoke telah berdiri lama sebelum adanya Perda. Bahkan, dalam perumusan perda tersebut, Aspara belum pernah diajak untuk membicarakan peraturan yang pas dan tepat, untuk diterapkan dalam bidang usaha karaoke di wilayah Wonosobo. 

"Moral dan etika merupakan roh yang menghidupkan suatu aturan perundang-undangan. Sehingga apabila moral dan etika diabaikan, hukum akan kehilangan wajah manusiawinya dan menjadi sebuah senjata untuk menghancurkan orang-orang yang tidak memiliki kekuasaan," tegasnya.

Melalui surat permohonan yang disampaikan kepada bupati, diharapkan bupati benar-benar menjembatani kepentingan para pengusaha dengan para elemen terkait. Terlebih ada ratusan pekerja hiburan karaoke yang masih menggantungkan nasibnya di sana.

"Usaha-usaha karaoke di Wonosobo telah membuka begitu banyak lapangan pekerjaan dan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar, seperti warung makan, ojek dan lainnya. Kalau sampai tutup merekapun akan berkurang pendapatannya," bebernya.

"Kami harapkan bisa membuka usaha karaoke dengan pengawasan ketat. Jadi apabila ada tempat karaoke yang disalahgunakan untuk mabuk-mabukan atau pelacuran, silahkan instansi terkait bisa langsung melakukam tindakam sesuai aturan yang berlaku," pungkasnya.