Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Wonosobo Tertinggi Se-Jateng
Sosial

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Wonosobo Tertinggi Se-Jateng

Wonosobo,(wonosobo.sorot.co)--Sebanyak 100 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak telah ditangani oleh Unit Pelayanan Informasi Perempuan dan Anak (UPIPA) Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Wonosobo sejak bulan Januari hingga Agustus 2018. Jumlah tersebut membuat kasus kekerasan perempuan dan anak di Wonosobo menjadi yang paling banyak se-Provinsi Jawa Tengah.

Ketua UPIPA GOW Kabupaten Wonosobo, Nuraini Ariswari mengungkapkan, pihaknya telah menangani sebanyak 100 kasus mengenai kekerasan terhadap para perempuan dan anak selama periode Januari hingga Agustus 2018. Menurut Nuraini, hingga saat ini kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Wonosobo menjadi yang tertinggi di Provinsi Jawa Tengah.

"Walaupun kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Wonosobo paling tinggi di Jawa Tengah. Namun ada yang perlu diperhatikan, yaitu posisi kekerasan di Wonosobo paling tinggi itu karena Wonosobo sudah memiliki unit pelayanan yang menangani permasalahan tersebut," katanya Rabu (05/09/2018).

Lebih lanjut dikatakannya, tidak semua kabupaten dan kota di Jawa Tengah memiliki unit pelayanan yang menangani kasus kekerasan pada perempuan dan anak. Jadi, belum tentu kabupaten dan kota yang catatan kekerasannya rendah, memang benar-benar kasusnya juga rendah dilapangan. 

"Tingginya kasus kekerasan di Wonosobo ini, harus bisa menjadi evaluasi pemerintah dalam menentukan arah kebijakan agar Wonosobo semakin aman bagi perempuan dan anak," ungkapnya.

Ia merinci, dari 100 kasus kekerasan yang sudah pihaknya tangani hingga Agustus 2018 ini, terdiri atas 48 kasus KDRT, 35 kasus kekerasan seksual, 9 kekerasan dalam relasi, 3 kasus anak berhadapan dengan hukum dan 5 kasus sodomi di wilayah Wonosobo.

Kasus-kasus yang ditangani, lanjutnya, memiliki latar belakang pekerjaan maupun profesi yang sangat beragam, baik ibu rumah tangga, petani, pedagang, wiraswasta, guru, aparatur sipil negara (ASN), bahkan TNI/Polri.

"Jika dipersentasekan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Wonosobo, untuk KDRT mencapai sekitar 50 persen, kekerasan seksul 40 persen, dan kasus kekerasan lain 10 persen," tandasnya.

"0" cellpadding=
"0">